Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

January Effect Vs Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Senin, 11 Januari 2021 | 07:43 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Euforia Window Dressing sudah usai dengan berakhirnya tahun 2020 meskipun IHSG ternyata gagal ditutup di level 6000. Namun beberapa saham tetap saja moncer harganya dan naik signifikan jika dibanding tiga bulan yang lalu dimana IHSG sendiri naik 28%.

Banyak investor "happy cuan" apalagi jika mereka belanja sekitar bulan Oktober 2020 karena tidak sedikit saham yang naik signifikan sampai di atas 50%.

Tahun 2020 memang merupakan tahun yang penuh ujian antara penderitaan dan kebahagiaan bagi investor saham.

Bagi investor yang belanja pada awal tahun 2020 dan salah pilih saham serta tidak melakukan action misalnya tidak melakukan "penukaran" saham mungkin nasibnya masih belum beruntung. "Timing" untuk action melakukan transaksi itu sangat penting bagi investor.

Setelah episode Window Dressing usai, masihkah investor bisa mengharapkan episode selanjutnya yaitu "January Effect" ?

Seperti kita ketahui episode ini hanya bisa terjadi di bulan Januari seperti saat ini. Sementara ini IHSG sudah mengalami kenaikan 4,6% selama sepekan dan posisi akhir pekan tgl 8 Januari 2021 adalah 6257,83 ini merupakan IHSG tertinggi sejak awal tahun. Apakah ini merupakan fenomena January Effect ? dan masihkah akan berlanjut naik kembali?

Akhir pekan Indeks beberapa bursa global dan regional memang rerata mengalami penguatan, bahkan indek KOSPI 200 di bursa Korea Selatan naik 4,7% sehari pada akhir pekan demikian pula NIKKEI 225 di bursa Jepang juga naik 2,36% sedangkan IHSG naik 1,6%.

Hal yang mendorong penguatan IHSG khususnya antara lain suku bunga yang mengalami penurunan, kurs Rupiah menguat terhadap US Dollar dan harga komoditas seperti nikel, batubara,CPO, dan minyak mentah yang naik tinggi dimana harga minyak WTI sudah di level $ 52,72 per barel dan patokan international Brent tembus US$ 55 per barel.

Satu-satunya yang mungkin bisa menghadang laju IHSG dalam episode January Effect ini adalah perkembangan Covid-19 yang masih liar sehingga pemerintah terpaksa melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat mulai tgl 11- 25 Januari 2021 ini, yang diberi nama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM)

Kita lihat seberapa besar dampak dari kebijakan ini terhadap dunia usaha dan inilah yang bisa mempengaruhi laju IHSG. Jika dampaknya kecil maka tidak menutup kemungkinan IHSG akan dilevel 6300, namun jika dirasa berdampak negatif maka bisa saja IHSG mundur di kisaran 6100 kembali.

Melihat perkembangan makro ekonomi, saham yang mungkin bisa diperhatikan dengan memperhatikan penguatan harga minyak dunia antara lain ELSA, PTRO, MEDC, ADRO, PGAS dan PTBA. Juga saham yang memperlihatkan sinyal positif dari kajian tape reading adalah TLKM, SMGR dan JPFA.

Yuk, kita tonton episode January Effect 2021 dan berusaha untuk mengambil peluang cuan.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN