Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Jurus Bandar Menurunkan Penumpang Ritel

Selasa, 18 Agustus 2020 | 07:29 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Dalam strategi trading ala Bandarmologi, ada beberapa jurus yang sering digunakan oleh para Bandar saham atau sering juga disebut market maker di bursa saham.

Beberapa waktu lalu saya telah mengulas tentang jurus "Menggulung Badai" yang digunakan Bandar untuk melakukan penjualan (distribusi) secara bertahap sambil mendorong harga ke atas.

Kali ini saya akan menjelaskan tentang jurus "Menurunkan Penumpang Ritel". Jurus ini digunakan untuk menekan harga suatu saham sampai pada harga tertentu dengan tujuan agar investor ritel yang mempunyai saham tersebut menjual sahamnya.

Seperti kita ketahui di bursa saham ini ada investor kakap (besar) yang biasanya terdiri dari Institusi, Reksa Dana, Investor Asing serta Investor Ritel yang terdiri dari Investor lokal secara perorangan. Investor kakap inilah yang bisa berperan sebagai Bandar dalam pengertian pihak yang mempunyai posisi portfolio saham tertentu.

Bandar juga punya tujuan meraih hasil (cuan) dari investasinya sehingga menciptakan berbagai strategi yang kadang belum dipahami investor ritel apalagi pemula. Investor ritel sering menjadi target para Bandar melalui jurus-jurusnya ketika trading di bursa

Jurus ini belum tentu melanggar peraturan perdagangan di bursa, karena semua dilaksanakan sesuai aturan perdagangan. Dengan demikian, setiap investor selayaknya punya strategi masing-masing dalam tradingnya guna mendapatkan hasil.

Nah, dalam jurus "Menurunkan Penumpang Ritel", Bandar yang sebelumnya telah punya saham tertentu ini berusaha memasang order jual pada harga tertentu dalam jumlah besar sehingga ritel tidak berani membeli saham tersebut. Bahkan kalau dalam beberapa hari harganya tidak naik dan ditekan turun terus, investor ritel biasanya tidak tahan dan terpaksa menjual saham tersebut.

Kalau ritel telah banyak menjual saham tersebut, Bandar akan kembali menampung dan mendorong harga keatas, sehingga jangan heran kalau Anda merasa ketika habis jual saham ternyata malah harganya naik kembali.

Bandar sangat memahami psikologi trading investor ritel yang mudah dipengaruhi dengan posisi BUY and SELL yang nampak dimonitor sehingga mudah "diarahkan" oleh Bandar.

Jadi saran saya, investor ritel selayaknya bisa mendeteksi pergerakkan suatu saham apakah saham tersebut masuk dalam kriteria perangkap jurus Bandar tersebut atau bukan. Disinilah perlunya pembelajaran mengenal berbagai jurus bandarmologi sehingga Investor ritel tidak mudah terjebak dalam permainan bandar.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA, dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN