Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Jurus "Menggulung Badai" pada Saham BBKP

Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:00 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Beberapa waktu lalu saya pernah mengulas tentang prospek saham PT Bank Bukopin Tbk dengan kode saham BBKP setelah right Issue (HMETD), yang telah mengubah komposisi pemegang saham Kookmin Bank, Co.Ltd, salah satu bank terbesar asal Korea Selatan, menjadi pemegang saham mayoritas BBKP dengan porsi kepemilikan 33,9%.

Keseriusan Kookmin Bank untuk menguasai Bank Bukopin nampaknya akan dilanjutkan dengan rencana private placement. Langkah itu akan diminta persetujuannya dalam RUPS tanggal 25 Agustus nanti.

Jika aksi korporasi tersebut terlaksana maka permodalan Bank Bukopin akan tambah besar dengan CAR (capital adequacy ratio)  sekitar 16%, tentu akan memberi keleluasan BBKP untuk bisa ekspansi.

Dengan rencana private placement maka kepemilikan Kookmin Bank di BBKP juga akan meningkat, menjadi lebih 50%. Masuknya Kookmin Bank diharapkan bisa menjadikan BBKP lebih berkembang.

Selain dari pertimbangan fundamental dan prospek saham BBKP, saya coba menganalisa dari pergerakkan harga saham BBKP dalam sebulan terakhir dengan jurus Bandarmologi.

Seperti kita ketahui bahwa investor saham  terdiri atas berbagai karakter yang masing-masing mempunyai strategi investasi dengan tujuan tentu untuk memperoleh hasil (gain) dari investasinya.

Dari kajian Bandarmologi nampak Bandar (BD) atau juga sering disebut "Market Maker" sedang melakukan action profit taking yaitu merealisasikan hasil atas saham BBKP yang berasal dari pembelian saat Right Issue (HMETD) dengan harga Rp.180 per saham.

Dengan skenario harga pembelian tersebut BD jika kemarin menjual denga harga Rp 197 maka sudah meraih cuan sebesar Rp 17 per saham atau 9,4% kurang dari sebulan sejak penebusan Right.

Biasanya BD akan langsung memasang posisi beli kembali pada harga bawah misalnya saja Rp193 sehingga dengan aksi seperti ini maka jika harga BBKP kembali turun dan done, atau memperoleh kembali dengan harga Rp 193 sehinga saham BD kembali utuh.

Namun jika ternyata harga BBKP naik, maka BD akan menjual lagi sampai stock nya habis, sehingga harga naik atau turun BD tetap bisa cuan. Strategi inilah yang saya istilahkan jurus "menggulung badai".

Lantas bagaimana analisa saya dengan BBKP ke depan? Jika stock BD sudah habis dan dia masih ingin bermain di saham BBKP maka kemungkinan BD berani membeli lagi diharga baru meskipun di atas Rp197 yang dianggap sebagai harga pokok baru.

Dari berbagai perhitungan saya, baik secara fundamental maupun prospek serta jurus bandarmologi, harga BBKP saya prediksi menuju Rp.220 (disclaimer).

***Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN