Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran pengurus Financial Planner Association Indonesia (FPAI) 2019-2021/Listyorini

Jajaran pengurus Financial Planner Association Indonesia (FPAI) 2019-2021/Listyorini

Kesehatan Adalah Kekayaan

Listyorini, Kamis, 8 Agustus 2019 | 16:13 WIB

Jakarta, investor.id – Sukses sering dikontruksikan sebagai kekayaan material. Banyak orang menilai sebuah kesuksesan dengan ukuran harta yang dimilikinya sehingga mereka mengejar karier dengan bekerja keras hingga terkadang menepikan masalah kesehatan. Padahal ketika mereka sakit, seringkali harta yang dikumpulkan dengan bekerja keras tersebut habis untuk berobat.

Jika seperti ini, mana yang lebih penting. "Kesehatan atau harta?". Jack Ma, pendiri e-comerce Ali Baba yang saat ini menjadi salah satu orang terkaya dunia mengatakan, "barang yang hilang masih bisa dicari kembali, tetapi ada satu barang yang sudah hilang tidak bisa kembali lagi, yaitu hidup."

Financial Planning Forum 2019 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (8/8) mengulas tentang bagaimana masyarakat Indonensia perlu mempersiapkan diri agar bahagia di masa tuanya. Salah satu temanya tentang "Your Heath Is Your Wealth".

Chairman Financial Planner Association Indonesia (FPAI) Judy Febryano menilai, menjaga kesehatan masyarakat zaman now susah sekali. Mereka belum menganggap hal itu sebagai prioritas utama, padahal sakit penyakit bisa datang kapan saja. Banyak orang yang sudah menjalani gaya hidup sehat ternyata kena kanker, dan penyakit kritis lainnya. Fenomena seperti ini banyak sekali terjadi, salah satunya menimpa Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang meninggal karena kanker paru-paru. Padahal selama ini ia menjalani hidup sehat, tidak merokok.

Kanker, hipertensi, gagal ginjal, merupakan penyakit kritis. Tren biaya pengobatan dari penyakit kritis naik 11 % pada 2017, sementara pendapat masyarakat Indonesia rata-rata naik 7,56%. Artinya masih ada gap untuk menanggulangi pengobatan dari penyakit tersebut.

Risiko penyakit bisa diminimalisasi antara lain dengan menjaga agar kita tidak stres, memilih makanan yang sehat, rutin berolahraga, mengurangi gula, hindari rokok dan minuman beralkohol, serta banyak minum air putih dan tidur yang cukup.

Survei menyebutkan, 85% keluarga bangkrut  karena harus membiayai pengobatan kanker. Untuk itu, diperlukan polis asuransi untuk mem-back-up biaya kesehatan.

TIPS sebelum memilih asuransi.

1. Pahami dan sesuaikan polis asuransi yang akan dibeli dengan kebutuhan Anda.

2. Pilih jenis perlindungan yang tepat.

3. Jangan under atau upper issued dalam membeli polis asuransi.

4. Sebelum memilih bandingkan dengan asuaransi yang lain dalam hal cakupan proteksi dan perlindungan kesehatan.

5. Pilihlah seorang yang dipercaya yang bisa memberikan nasihat (advise) terbaik untuk Anda.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN