Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal

KOPI PAGI

Laba Tumbuh Tapi Harga Turun, Peluang Investasi?

Selasa, 25 Mei 2021 | 08:09 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Harga saham memang bukan hanya ditentukan oleh fundamentalnya karena ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi pergerakkan harga. Namun untuk investor yang bertujuan investasi jangka menengah biasanya mendasarkan pada analisa fundamental perusahaan untuk pilihan sahamnya.

Beberapa perusahaan yang Laba Per Saham (EPS) kuartal pertama 2021 mengalami kenaikan, tetapi kemarin harga sahamnya justru turun antara lain;

1. JPFA yang EPS nya menjadi Rp 73 dari Rp 29 atau naik 2,5 kali dibanding tahun lalu, namun harga sahamnya turun 1,3 %.

2. PGAS yang EPS nya naik 1,3 kali dari periode yang sama tahun lalu kemarin harganya justru rontok 4,52%.

3. BBTN yang EPS juga tumbuh menjadi Rp 59 dari Rp 43 atau tumbuh 1,3 kali harga sahamnya juga turun 1,29%.

4. SMDR dengan EPS naik spektakuler 7,1 kali di Q1 tahun ini, namun kemarin harganya juga melemah 1,9%

Nah, bagi yang mempunyai keyakinan bahwa fundamental perusahaan lambat atau cepat akan berpengaruh terhadap harga sahamnya bisa mencermati saham tersebut karena bisa menjadi peluang pada waktunya.  Hanya saja memang dibutuhkan waktu masa tunggu yang berbeda setiap sahamnya dan itulah "kesabaran" bagi investor.

Tentu jika pilihanya didasarkan pada fundamental maka investor juga harus menyesuaikan secara psikologis agar tidak mudah galau jika harga sahamnya sedang turun dan belum sesuai harapan. Demikian pula sebaliknya tidak terburu jualan jika harga baru saja mengalami kenaikan.

Strategi ini berbeda bagi trader yang memang menuntut kecepatan dalam mengambil keputusan karena biasanya menggunakan dasar Teknikal atau Tape Reading.

Tidak ada analisa yang paling sempurna dan mutlak benar, namun jika investasi ataupun trading dilakukan tanpa analisa, itu sama saja dengan gambling.
 

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN