Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

KOPI PAGI

Mampukah IHSG Menembus 5100?

Rabu, 15 Juli 2020 | 08:10 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada di atas angka psikologi 5000 karena kemarin ditutup 5079 dengan dukungan 179 saham yang menguat terutama saham kategori Blue Chip, seperti ASII, UNVR, BBRI, BMRI dan HMSP.

Meskipun investor asing net sell dan 225 saham mengalami penurunan, tetap saja IHSG parkir di jalur hijau.

Apakah hari ini IHSG akan mencoba tembus 5100 ? Tentu tidak menutup peluang itu mengingat semalam DOW naik 2,13 % dan EIDO yang berbasis saham-saham Indonesia juga naik 1,4%, serta harga minyak mengalami penguatan.

Mari kita lirik pagi ini pembukaan Bursa Saham Indonesia (BEI) pada 20 menit pertama pergerakkan saham Bank "empat sekawan" BBRI, BBNI, BMRI dan BBCA, yang biasanya menjadi motor pendorong atau sebaliknya penekan IHSG secara harian.

Jika saja empat saham bank tersebut kompak naik maka biasanya IHSG cenderung menguat dan mempengaruhi psikologis investor untuk berburu saham yang lain.

Pandemi virus corona (Covid-19) memang masih menjadi problem utama mayoritas emiten karena kondisi ekonomi yang sangat berat saat ini sehingga kinerja emiten rata-rata mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu. Sampai kapan pandemi ini berakhir? Belum bisa diperkirakan pastinya oleh para ahli ekonom maupun ahli kesehatan.

Namun kegiatan bursa tetap berjalan, investor tetap berdagang sehari-hari mencari setiap peluang yang bisa diperoleh, sehingga jangan heran kalau sementara ini volatilitas harga saham maupun IHSG sangat cepat perubahannya.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi:

1. Makin banyaknya investor baru dari kalangan pengusaha sektor riil yang memanfaatkan modalnya sambil menunggu pulihnya kondisi usaha intinya. Mereka akan berusaha meraih profit setiap ada kesempatan.

2. Investor saat ini lebih suka "bermain pendek" karena makin sadar bahwa ketidak pastian masih tinggi sehingga target hasi yang diharapkan juga terukur, artinya take profit akan dilakukan lebih cepat.

Bagi investor yang serius dengan Sabar dan Disiplin (SADIS) masih punya peluang mendapatkan "cuan" di bursa saham meski kondisi belum normal.

Strategi pemilihan saham sebagai barang dagangan dan strategi trading harus menyesuaikan kondisi pasar.

Beberapa saham yang layak diperhatikan untuk trading pendek antara lain KRAS, MAIN, ELSA, INCO, BBNI. Asal tidak berlebihan target cuannya, saya kira peluang mendapatkan hasil cukup terbuka.

***Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN