Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Esra Manurung/IST

Esra Manurung/IST

Manage Your Time

Esra Manurung, Senin, 12 Agustus 2019 | 11:39 WIB

Ketika  saya masuk ke bisnis asuransi, saya makin percaya waktu itu sangat berharga. Akibatnya setiap bangun tidur, saya menentukan dan menghitung apa yang sudah dan akan saya lakukan. Tidak mungkin lagi berjam-jam menonton di depan televisi, atau berkomentar tanpa arah di grup sosial media. Efektifitas waktu akan terus aku monitor.
Biasanya satu jam pertama diisi dengan doa dan perenungan. Jam kedua memastikan anak-anak dan suami sarapan dan berangkat. Jam ketiga berolahraga sambil mendengarkan motivasi dan inspirasi, satu jam berikut mandi berdandan sambil cek dan re-cek urusan rumah dan asiten rumah. Setelah itu, mesti sudah siap dengan meeting prospek atau bertemu klien. Waktu pagi hari sudah padat dengan semua yang terpenting.
Sebelum jam 12 siang, saya sudah akan meeting dengan satu orang. Setelah jam 12, diikuti satu meeting lagi dengan minimal satu orang. Sehingga itu menjadi kebiasaan. Setelah itu disusul dengan urusan menjemput anak-anak pulang sekolah, apalagi waktu mereka masih di taman kanak-kanak dan sekolah dasar dulu. Dan ini menjadi aktivitas rutin yang sangat menyenangkan. Kalau ada kegiatan lain, bisa saja. Tetapi diselipkan di waktu yang rutin.
Kebanyakan orang masuk di industri asuransi karena daya tarik “Time and Money” . Pertama, orang ingin time. Artinya, kalau kita meggunakan time dengan baik, kita akan sangat produktif dan   kontributif. Artinya, kita akan menghasilkan sesuatu output yang besar, termasuk materi. Kalau kita menggunakan waktu secara efektif, kita akan sangat kaya akan waktu dan uang. Bisa juga dibilang, jika uang dan waktu bisa bersahabat, maka orang akan sangat produktif.
Bagaimana mengelola waktu dengan baik di dunia asuransi? Dunia Asuransi itu punya hitungan matematika. Dan matematika  ini tidak boleh ditawar.

Anda Punya 10 Menit yang Bisa Mengubah Hidup Anda
Kalau kita bertemu dengan 10 prospek, maka kita akan punya satu potential buyer. Bayangkan, bagaimana kita bisa menemukan 10 orang dalam satu minggu. Dan lakukanlah apa yang kita bayangkan tersebut secara reguler.
Buat seorang pemula pasti tidak mudah. Tetapi dia bisa berlatih, agar dalam satu hari, bisa bertemu dua orang untuk presentasi, hanya dengan menggunakan waktu empat jam. Bandingkan, jika   kita bekerja di sebuah perusahaan, menjadi seorang karyawan atau profesional. Paling tidak dalam sehari kita harus bekerja delapan jam, plus waktu di perjalanan yang bisa menghabiskan sampai 10 jam setiap hari.
Pebisnis asuransi dipaksa berpikir efektif.  Dia akan berpikir, siapa orang yang akan dia temui setiap hari dengan rentang waktu yang efektif. Satu prinsip yang membuat orang efektif adalah  berpikir satu menit adalah waktu yang sangat berharga. Maka dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk berlama-lama saat melakukan pertemuan untuk sebuah presentasi.
Banyak orang yang bekerja di kantor, menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk chat di sosial media. Bahkan yang dibicarakan tidak jelas. Dan ini tidak akan dilakukan seorang agen asuransi yang efektif.
Jika seorang agen asuransi dari awal sudah menetapkan waktunya untuk bertemu   orang-orang di kalangan affluent, maka time harus menjadi atensi Anda.

Dipertemukan oleh Kesamaan Minat dan Nilai
Karena, para affluent client juga punya waktu yang sangat berharga. waktu presentasi dengan klien harus dibatasi 10 menit. Karena, bicara asuransi lebih dari 15 menit akan sangat membosankan. Jika kita bisa punya waktu bertemu calon klien  antara 1-1,5 jam, maka pembicaraan harus kita bagi. Hanya  10 menit untuk presentasi. Bisa diselang-seling  setiap 5 menit dengan perbincangan lain, seputar keluarga, aktivitas sosial, hobi dan berbagai hal menarik sesuai ketertarikan klien. Misalnya ,bicara politik, olahraga, bisnis, perekonomian, sampai pembicaraan ringan yang sedang menjadi trending topik. Dan semua ini, harus dilakukan dalam awareness yang tinggi, karena kita harus menyampaikan tujuan utama dari pertemuan ini.
Ada contoh yang bilang, saya sudah bertemu orang, tetapi saya tidak bicara asuransi karena tidak sempat. Calon klien yang ditemui asik berbicara topik lain. Saya tidak tahu bagaimana cara  masuk ke percakapan tentang asuransi. Menurut saya, itu suatu kebodohan, karena mereka tidak menghargai betapa pentingnya waktu.
Coba  kita lihat orang-orang yang yang menjadi ikon di dunia olahragam, seperti Tiger Wood, dan Michael Jordan. Mereka adalah   orang-orang yang tidak bisa main-main dengan waktu. Inilah yang selalu menjadi masalah orang-orang yang terjun di dunia asuransi. Mereka dan   saya sama. Yang membedakan adalah, saya mau menggunakan waktu saya dengan efektif.
Presentasi bahkan bisa dipersingkat cukup 10 menit. Karena buat para high end client  sesuatu yang sedikit bisa jadi amat berharga. Contoh berlian, kecil tetapi sangat berharga. Nah, kalau kita mau bikin asuransi itu berharga, asuransi itu cantik, syaratnya harus jadi sesedikit mungkin dalam menjelaskannya. Dan asuransi di tangan orang-orang yang  prestisius akan menjadi sangat prestisius.

Asuransi adalah Kenyamanan dan ‘Luxury’ untuk Pribadi Sukses
Agen asuransi harus bisa memberikan produk yang berharga ke tangan orang-orang yang prestisius itu.
Kalau kita mau mendapatkan klien yang first class kita harus memposisikan diri sebagai agen yang first class dan menghargai produk kita sebagai first class product. Sebaliknya, jika di dalam diri kita ada keraguan. “Benar nggak sih produk ini luar biasa”. Maka kita tidak akan pernah melayani first class client.
Buat saya sendiri, asuransi itu sangat precious.  Mengapa saya berpikir begitu?  Karena dengan asuransi saya memiliki waktu, saya memiliki uang, dan sebetulnya ini pekerjaan yang diinginkan banyak orang.  Sayangnya, bisnis ini diumbar-umbar ke banyak orang. Artinya, siapa saja dianggap bisa menjalankan bisnis asuransi. Boleh saja sih, bisnis ini ditawarkan ke banyak orang, tetapi itu hanya akan menjadikan banyak orang yang biasa di dunia asuransi.
Kita semua berasal dari sana. Dari orang bisa. Tetapi, semua pekerjaan ada kelasnya. Kita bisa memilih mau berada di mana.  Saya  bukan mengatakan tidak boleh melayani masyarakat luas. Itu boleh, tetapi sebaiknya hanya untuk pemula. Setelah seorang agen asuransi berada di posisi beginner, dia akan naik kelas ke posisi advance. Anda bisa mulai melayani masyarakat menengah ke atas. Saya melakukan   switching untuk melayani klien high end di tahun ketiga saya menjadi agen asuransi. Setelah saya menjadi anggota MDRT (Million Dollar Round Table), asosiasi premier para agen asuransi dunia.
Prinsip saya dulu juga sama, kapan saja, dimana saja, dan siapa saja, akan saya tawarkan produk saya. Tetapi setelah saya bertemu para MDRT member saya melihat, mereka sangat prestisus. Mereka memilih klien yang mereka inginkan dan mereka sukai. Mereka berinteraksi dengan para high end client dan melayani secara profesional segala kebutuhan keuangan mereka. Dan pada akhirnya mereka turut menjadi high end people.

Pribadi Sukes Selayaknya Mendapatkan “Special” Treatment
Dengan mereka memilih klien, cara  mereka berpakaian pun berbeda, cara berbicara mereka berbeda, dan cara presentasi mereka berbeda dengan kebanyakan para agen asuransi. Artinya, di bisnis asuransi juga ada kelasnya. Dan saat itulah saya bertekad untuk menjadi seperti mereka.
Untuk bisa bertransformasi, kita harus menemukan role model. Role model saya adalah tokoh-tokoh MDRT. Saya melihat Phillip Harriman Presiden MDRT ketika itu, berbicara di MDRT General Meeting di Amerika Serikat. Saya memperhatikan bagaimana cara  dia berbicara, berpakaian, kata-kata yang dia pilih, gerakan-gerakan dia, sampai cara dia bercanda.  
Saya terkesan, karena sosoknya bak penampilan   seorang CEO perusahaan multinasional besar. Inilah yang  mulai menjadi benih dalam pikiran saya. Saya ingin seperti itu. Orang seperti Phillip Harriman. Bagaimana caranya? Dan jawabnya, semua harus dimulai dari kita dahulu. Dari pikiran kita. Dari penampilan kita, dari cara bicara kita. Dan cara kita bekerja, mengatur waktu dengan efektif dan produktif.
Time is the coin of your life. It is the only coin you have, and only you can determine how it will be spent. Be careful lest you let other people spend it for you.
Carl Sandburg

*Esra Manurung, Inspirator, International Speaker, MDRT Lifetime Member, Co Founder Langkah Kemenangan Group, Agen Asuransi Senior di Manulife Indonesia, Founder Yayasan Maharani Kirana Pertiwi. Ibu dari 4 anak remaja.


 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA