Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mark Cuban, miliarder, investor dan juga pemilik NBA

Mark Cuban, miliarder, investor dan juga pemilik NBA

Mark Cuban Ingatkan Gelembung Saham Dotcom

Selasa, 21 Juli 2020 | 09:56 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Miliarder Mark Cuban mengatakan bahwa reli pasar saham dari level terendah yang disebabkan oleh coronavirus mengingatkannya pada gelembung dot-com tahun 1990-an.

“Dalam beberapa hal itu berbeda, karena The Fed memompa likuiditas yang membuat pasar saham naik dan inflasi pada aset keuangan yang menyertainya. Tetapi pada gambar yang lebih besar, ini sangat mirip, "katanya kepada CNBC, Senin waktu setempat.

Cuban, yang menghasilkan miliaran dolar selama booming dotcom, menunjuk minat yang baru ditemukan di pasar saham dari orang-orang yang tidak tertarik sebelumnya, seperti keponakan remajanya.

“Saya meminta keponakan perempuan saya yang berusia 18 tahun menanyakan kepada saya saham apa yang harus dia investasikan karena teman-temannya menghasilkan 30% per hari,” kata Cuban, yang menjual Broadcast.com ke Yahoo pada bulan April 1999 dengan harga $ 5,7 miliar.

Cuban mengatakan kepada keponakannya bahwa satu-satunya cara untuk menyimpan uang yang dihasilkan di pasar saham adalah dengan "menguangkan." Dia berkata, "Jangan serakah."

Pada penutupan hari Jumat, Nasdaq yang sarat teknologi telah naik hampir 60% sejak level rendah intraday pada 23 Maret - hari yang sama Federal Reserve mengumumkan sejumlah program yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung pasar keuangan, yang mengalami krisis akibat krisis coronavirus.

Ia mempertanyakan penilaian pasar pada bulan Mei. Kepada CNBC ia mengatkan bahwa gelembung internet berlangsung selama beberapa tahun. Nasdaq naik lebih dari 500% dari 1995 hingga gelembung itu pecah pada Maret 2000.

“Itu tidak seperti,‘ Oh, kita berada dalam gelembung maka tiba-tiba gelembung itu berakhir berbulan-bulan kemudian, '”katanya. "Terkadang sulit untuk bersabar dan menyadari bahwa masih ada banyak uang yang dapat masuk dan mengejar kinerja itu."

Cuban yang juga pemilik NBA's Dallas Mavericks, mengatakan portofolio saham pribadinya masih banyak dengan saham Netflix dan Amazon.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN