Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kishan Raj, pemerhati pasar modal

Kishan Raj, pemerhati pasar modal

Menimbang Kembali Penyitaan Aset Investor Pasar Modal

Oleh Kishan Raj, Senin, 4 Mei 2020 | 10:13 WIB

JAKARTA, Investor.id - Setiap bisnis terlebih sektor keuangan dan pasar modal adalah bisnis kepercayaan. Sejatinya harus dikelola dengan integritas, terpercaya, keterbukaan serta tata kelola yang baik dan benar.

Pasar modal serta institusi keuangan mikro maupun makro pada prinsipnya mengelola uang titipan, uang orang banyak, uangnya orang yang memimpikan penghasilan tambahan apabila ditanam di bank, pasar modal ataupun investasi sejenis lainnya.

Kurang tepat bila mengeneralisasi bahwa investor adalah orang kaya yang memiliki uang berlebih. Saat ini investor sudah bisa dikategorikan sebagai pihak yang memiliki daya mampu memaksimalkan finansial yang terbatas menjadi keuntungan. Dan ini yang harus kita ajarkan sejak dini agar melek pada instrumen yang tersedia di pasar modal, selain pilihan cara konvensional beli emas atau deposito uang di bank. Pilih yang baik dan dapat dipercaya selalu menjadi kata nasehat pada anak- anak kita saat memilih sesuatu.

Kejatuhan Bumiputera, Jiwasraya, dana koperasi, serta sederet asset management merupakan suatu produk yang gagal tidaklah terjadi secara instan. Kalau dibedah lebih dalam akan ditemukan kesalahan pengelolaan yang mungkin telah terjadi menahun.

Keteledoran dalam mengelola serta kurang jelinya dewan pengawas atas praktik investasi terjadi salah satunya disebabkan adanya unsur kepentingan ataupun keuntungan individu pengelola dalam unit usaha itu. Pemanfaatan jabatan yg tidak terkontrol bercampur dgn kepentingan serta keuntungan pribadi atau kelompok.

Mencermati sikap Kejagung yang menyita saham milik investor pasar modal yang mungkin dicurigai ada ketersangkutan dengan carut marut investasi Jiwasraya patut dikaji dan jadi perhatian.

Penyelesaian kasus investasi jelas harus memiliki satu tujuan, yakni melindungi pemilik dana. Mengaduk dan mencampur persoalan untuk kepentingan tertentu hanya akan melahirkan solusi yang tidak jelas dan tuntas. Malah akan timbul dampak deretan domino yang berakibat hilangnya unsur kepercayaan pada instrumen investasi.

Pendekatan penyelesaian hukum adalah wajar tanpa bisa ditawar bila timbul sengketa ataupun kecurangan. Agar harapan sinar keadilan tetap terjaga terang. Penegakan harus dilakukan oleh orang- orang yang tidak hanya hafal pasal-pasal hukum, tapi juga memiliki paham rasa keadilan dan pengertian mendalam akan kasus yang dilihat sisi aspek lain.

Keadilan, dalam nalar sederhana adalah kuatnya tangan menghukum yang salah dan melindungi orang yang tidak bersalah. Artinya kebenaran dihadirkan untuk melindungi yang berhak.

Penyitaan saham milik investor yang tidak terkait dengan roller coaster-nya Jiwasraya, Bumiputera atau sederet investasi bermasalah tetap perlu kehati-hatian dan keadilan agar industri tidak terbakar secara keseluruhan akibat ulah orang orang yang memanfaatkan celah serta permainan jual beli di pasar modal.

Bursa efek dibutuhkan sebagai media pertemuan antara perusahaan dengan pemilik modal. Dan index harga saham menjadi satu indikator pengukuran ekonomi suatu negara.

Kepercayaan umpama kaca, manakala retak, kaca msutahil akan bisa pulih kembali seperti sediakala, meski kita sudah berusaha sekuat tenaga. Menjaga integritas kepercayaan, amanah tetap memerlukan lapisan sistem, aturan dan peraturan yang jelas dan dinamis. Karena kecurangan selalu punyai cara menodai aturan.

"Trust takes years to build, second to break and forever to repair".

#Kishan Raj, pemerhati pasar modal

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN