Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 Sony Mayuvi, Group CFO Bluebird Group Holding, Alumni Management Strategy Universitas Prasetya Mulya, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Sony Mayuvi, Group CFO Bluebird Group Holding, Alumni Management Strategy Universitas Prasetya Mulya, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Menyusun Strategi Usaha

Sony Mayuvi, Senin, 6 Januari 2020 | 12:17 WIB

JAKARTA, Investor.id – Setiap usaha perlu menyusun strategi bisnis yang tepat. Tanpa itu, akibatnya bisa fatal dan telah banyak contoh yang menunjukkkan bagaimana sebuah perusahaan bermasalah karena kesalahan dalam menyusun strategi.

Salah satunya adalah Bank Muamalat. Bank tersebut pendapatan dan labanya turun drastis karena salah strategi, yakni terlalu fokus pada pendanaan pelanggan korporasi. Bank Muamalat terlalu banyak menyalurkan kredit kepada pengusaha sawit, produsen CPO (crude palm oil) dan juga pengusaha pertambangan. Akibatnya, ketika harga CPO dan komoditas tambang anjlok di pasar internasional, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank Muamalat meningkat tajam.

Seharusnya, Bank Muamalat menggunakan strategi yang berbeda, yakni fokus kepada pelanggan retail. Indonesia dengan penduduk Muslim sekitar 90 persen, merupakan pasar yang potensial bagi bank tersebut.

Dalam menyusun strategi usaha, AG Lafley (CEO P&G 2000-2009) & Rogert Martin (Dekan Rodman School of Management), dalam bukunya : Playing to Win, memberikan penjelasan dengan pendekatakan yang cukup runut dan lengkap. Dan, mereka telah mempraktikannya. Sebagai bukti keberhasilan strategi itu adalah penjualan PNG meningkat dua kali lipat dan keuntungan meningkat empat kali dalam waktu kurang lebih sembilan tahun.

Berikut langkah-langkahnya :
1. Tentukan aspirasi perusahaan
2. Pilih landscape usaha
3. Putuskan strategi bisnis untuk mencapai aspirasi tersebut
4. Identifikasi kapabilitas yang harus dibangun
5. Buatlah sistem untuk monitor pelaksanaannya

Aspirasi Usaha
Pertanyaan paling penting adalah apa aspirasi /motivasi Anda dalam berbisnis. Apakah hanya sekedar bermain (play to play) atau Anda hadir untuk menjadi pemenang (play to win). Ini adalah pola pikir mendasar. Pola pikir tersebut menentukan keseluruhan pilihan strategi perusahaan.

Landscape Usaha
Jika Anda sudah memutuskan aspirasi untuk menjadi pemenang, maka langkah-langkah berikutnya adalah menentukan pentas bermain, mau menang di area mana? (where to play). Tentukanlah:
* profil target pelanggan,
* produk dan service yang ditawarkan,
* industri yang ditargetkan,
* lokasi geografis, serta
* channel distribusi yang Anda pilih.
Sebelum memutuskan pilihan-pilihan diatas, lakukanlah analisa SWOT (strength, weakness, opportunities, treat) Pastikan usaha Anda fokus pada kekuatannya (strength) dan Anda memilih bidang usaha dengan peluang pasar (opportunity) baik di masa depan.

Pilihan Strategi
Ada dua pilihan strategi. Pertama adalah differentiation dan yang kedua adalah low cost. Differentiation berarti Anda menawarkan keunggulan lebih baik atau keunggulan tertentu yg tidak dimiliki oleh pemain lain dalam industri tersebut. Karenanya perusahaan dapat menetapkan harga jual di atas harga pasar.

Low cost bukan berarti menawarkan harga jual lebih rendah dibanding harga pasar. Ini adalah strategi dimana usaha dapat memproduksi dengan biaya lebih rendah dibanding rata-rata industri. Hasilnya, usaha tetap mendapatkan margin lebih baik walaupun menawarkan harga jual sama dengan rata-rata industri.

Apapun pilihan strategi Anda, pastinya akan menghasilkan tingkat keuntungan yg sama baiknya. Selanjutnya, Anda perlu membuat strategi lebih detail untuk mendukung pilihan di atas.

Identifikasi Kapabilitas
Apabila memilih strategi differentiation, salah satunya Anda harus membangun kemampuan riset (R&D) agar terus bisa menciptakan keunggulan produk. Atau jika strategi low cost yang dipilih, salah satu kemampuan yang harus dibangun adalah kemampuan pengadaan, agar dapat membeli bahan mentah dengan harga lebih rendah.

Monitoring System
Keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan strategi di atas tergantung pada konsistensi manajemen dalam mewujudkannya sehingga diperlukan monitoring system. Misal, untuk memastikan bahwa produk yg dihasilkan memiliki differentiation di mata konsumen, maka perusahaan perlu melakukan survei pasar untuk mendapatkan masukan pelanggan. Perusahaan perlu membuat market research system agar semua masukan menjadi informasi yang bisa ditindaklanjuti sebagai langkah perbaikan.

Sebagai penutup, berikut adalah tiga tips agar strategi yang Anda susun memiliki keberhasilan lebih besar:
1. Lima langkah tersebut merupakan sebuah kesatuan. Ànda mulai dengan langkah pertama terus lanjut sampai  langkah ke -lima. Setelah selesai, ujilah konsistensi pilihan strategi Anda dengan memastikan jika usaha Anda berhasil melaksanakan langkah ke-lima, maka langkah itu akan mendukung keberhasilan langkah ke-empat. Langkah ke-empat akan mendukung keberhasilan langkah ke-tiga dan selanjutnya hingga langkah pertama. Pastikan setiap pilihan mendukung keberhasilan di langkah sebelumnya.

2. Keberhasilan pelaksanaan strategi adalah ketika semua stakeholders merasa memilikinya. Oleh sebab itu, Anda harus melibatkan setiap posisi kunci dalam menyusunnya agar tercipta rasa memiliki.

3. Berikutnya, sebagai pimpinan Anda perlu melakukan sosialisasi, menyampaikan strategi perusahaan ke seluruh organisasi. Sekali saja tidak cukup. Saya sarankan, sampaikan strategi itu secara berkala. Harapannya semua orang lambat laun menyerap dengan baik, melakukan internalisasi, dan akhirnya menyusun detail aktivitas mereka sejalan strategi tersebut.

*** Sony Mayuvi, Group CFO Bluebird Group Holding, Alumni Management Strategy Universitas Prasetya Mulya, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN