Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Peluang Baru sebagai Investor Saham

Oleh Hari Prabowo, Minggu, 10 Mei 2020 | 10:40 WIB

JAKARTA, Investor.id - Sementara virus corrona covid-19 masih dalam upaya penanganan yang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya, dunia usaha terutama sektor riel menghadapi keterpurukan yang luar biasa. Hampir semua sektor terdampak negatif mulai dari penurunan pendapatan sampai ancaman kebangkrutan.

Gelombang PHK mulai dilakukan, jutaan tenaga kerja yang tanpa salah dan dosa harus menghadapi kenyataan pahit "dirumahkan" entah sampai kapan, padahal mereka harus tetap membutuhkan beaya hidup.

Hal yang menarik dalam pengamatan saya di perusahaan Sekuritas justru saat ini banyak calon investor saham baru yang membuka rekening efek. Saya coba menelisik "benang merahnya" kenapa hal tersebut terjadi karena penambahan nasabah baru cukup signifikan.

Salah satu contohnya adalah di sebuah perusahaan sekuritas di Semarang. Pembukaan rekening baru naik mencapai rata-rata 60% selama bulan Maret dan April 2020.

Ada beberapa alasan mereka membuka rekening efek antara lain:

1. Para usahawan yang usaha intinya sedang "shutdown" sementara berhenti operasional, berusaha mencari hasil dengan investasi saham.

2. Para pegawai klas menengah yang di -"rumahkan" sementara atau PHK mencoba mendapatkan hasil dari dana yang masih tersisa di tabungan.

3. Menganggap harga saham saat ini sudah banyak yang murah dibanding harga setahun yang lalu. Secara year to date sejak awal tahun 2020 ini penurunannya rata-rata 30%, artinya harga saham terdiskoncukup besar.

4. Investasi dalam portofolio saham bisa dilakukan dari rumah masing-masing secara online sehingga cocok untuk kondisi saat ini dimana dituntut bekerja dari rumah (WFH).

Saya kira hal tersebut sangat rasional karena investasi disaham ini selain praktis, efisien, legal juga punya prospek yang baik hasilnya.

Namun demikian alangkah baiknya kalau investor-investor terutama yang pemula bukan hanya ikut euforia saja dengan asal-asalan hanya dengan modal mereka, tetapi dibekali pengetahuan yang mumpuni dalam cara memilih saham serta kapan waktu terbaik membeli dan menjualnya.

Sebab jika ini tidak dilakukan dan mereka asal beli saja dikhawatirkan justru menjadi "bumerang", yang semula ingin mendapatkan hasil tetapi justru sebaliknya mengalami kerugian.

Jika mereka mengalami kerugian maka para investor pemula tersebut menjadi "kapok" dan mempunyai anggapan bahwa investasi di saham ini bisa bikin orang kehilangan hartanya dan jatuh miskin seperti sebagian pendapat orang.

Jadi investasi saham ini tidak cukup hanya bermodalkan uang saja tetapi pengetahuan analisa, manajemen keuangan dan strategi yang cukup.

Kini saatnya Perusahaan Sekuritas, Bursa Efek, dan juga Otoritas Jasa Keuangan bisa bersama sama memberikan edukasi kepada masyarakat karena investasi di pasar modal ini bisa menjadi alternatif bagi pihak-pihak yang sedang ingin memanfaatkan dana dan waktu mereka selagi sektor riil sedang sakit dan terpuruk.

Jadi anggap saja saat ini ada pekerjaan baru yang praktis dari sisi perangkat, waktu dan tempat.

Selamat datang investor saham dan status Anda menjadi pengusaha besar karena sebagai pemilik perusahaan-perusahaan besar yang telah go publik. Namun ingat di sini berlaku "high return, high risk".

* Hari Prabowo, Pengelola Komunitas Investa dan Pengamat pasar modal

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN