Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Peluang di Antara "Panic Selling"

Oleh Hari Prabowo, Selasa, 4 Februari 2020 | 11:13 WIB

JAKARTA, Investor.id - Bursa sedang mendapat pukulan beruntun, baik dari internal maupun eksternal, sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) secara year to date (ytd) anjlok 5,71% dan nilai transaksi rata-rata harian tergerus 38%. Pukulan beruntun dari kasus Jiwasraya yang gagal bayar karena salah investasi atau terjebak dalam konspirasi para bandar saham, disusul kasus reksa dana yang bermasalah dalam produknya sehingga kesulitan dalam memenuhi kewajibannya, serta terakhir munculnya virus Corona menjadikan "momok" yang menakutkan.

Kondisi ini membuat investor "panic selling" sehingga lebih banyak menjual saham-saham dalam portfolionya. Panic selling adalah tindakan yang tidak lagi menggunakan pertimbangan fundamental atau teknikal, yang ada hanya unsur psikologis rasa panik untuk segera menjual saham yang menimbulkan rasa takut berlebihan.

Inilah menurut saya yang saat ini melanda bursa kita sehingga tekanan terhadap IHSG. Saat ini investor perorangan yang panik, dan juga beberapa manajer investasi yang dilanda masalah likuiditas karena penarikan dana investornya sehingga mekakukan penjualan saham dengan jumlah cukup signifikan yang membuat pasar tertekan.

Namun yang terpenting kita sudah mengetahui penyebab awalnya sehingga untuk mengetahui kapan terjadi pantulan terhadap IHSG adalah ketika semua masalah utama tadi bisa ditemukan solusi untuk mengatasinya. Kita berharap institusi Pemerintah, regulator pasar modal, aparat hukum dan juga DPR dengan Panja nya bisa segera mengatasi permasalahan yang ada.

Investor punya peran yang sangat penting dalam pasar modal ini, jangan biarkan kepercayaan mereka hilang terhadap investasi ini. Perlu kerja sama antara aparat hukum, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI), serta unsur lainnya dalam mengatasi hal itu. Sedangkan masalah virus Corona juga tidak kalah pentingnya untuk dilakukan tindakan yang efektif dan terpadu antar-instansi Pemerintah.

Lantas bagaimana sebaiknya yang dilakukan investor? Masih adakah peluang dalam investasi di bursa ini? Menurut saya apa pun kondisinya peluang itu selalu ada jika kita bisa memanfaatkan dengan baik dan strategi yang disesuaikan kondisi yang ada.

Beberapa tindakan yang mungkin bisa dilakukan investor adalah pertama mulai memilih saham yang punya fundamental dan prospek positif kedepan tetapi harganya saat ini sedang tertekan berat sehingga dari ukuran Price Earning Ratio (PER) maupun Price to Book Value (PBV) sudah terlalu rendah, atau kata lain harganya sudah terlalu murah. Jika kondisi membaik maka saham-saham ini biasanya akan lebih cepat mantul naik harganya.Tindakan kedua adalah "menukarkan" saham yang ada dalam portofolio masing-masing dengan kriteria kurang bagus prospeknya ke saham yang lebih bagus prospek kedepanya, meskipun terpaksa harus melakukan cut loss atas saham yang kurang bagus tadi, Namun harapan kedepanya menjadi lebih baik.

Ada pepatah "kepanikan justru akan menambah kerugian" sehingga bagi investor sebaiknya punya psikologis yang baik dan tidak mudah panik dalam menghadapi perubahan kondisi pasar. "Kita harus menyesuaikan pasar bukan pasar yang menyesuaikan kita"

Saat ini saya melihat sudah banyak saham-saham yang cukup murah harganya dengan kinerja dan prospek yang bagus kedepan antara lain saham sektor perbankan papan atas, sektor infrastruktur, dan sektor komoditas atau pertambangan. Potensi mendapatkan gain atau hasil yang tinggi akan didapat ketika kita bisa memanfaatkan peluang saat pasar sedang dilanda panic selling .


*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA