Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO Bizcom Indonesia, Sendra Wong/IST

CEO Bizcom Indonesia, Sendra Wong/IST

Peluang Industri Syariah di Era Digital

Sendra Wong, Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:40 WIB

Jakarta, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Masterplan yang disusun bersama Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) ini menjadi acuan bagi pengembangan ekonomi syariah di dalam negeri, termasuk industri dan sistem keuangan syariah. Bahkan, Presiden Joko Widodo memasang target untuk menjadikan Indonesia salah satu kekuatan ekonomi syariah terbesar dunia.

Pemerintah membagi fokus pengembangan ekonomi syariah Tanah Air ke dalam lima sektor, yakni industri makanan dan minuman, tata busana, pariwisata, media dan rekreasi, serta farmasi dan kosmetika. Sebagai langkah pendukung, pemerintah berkomitmen untuk menguatkan keuangan syariah, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis produk syariah, hingga ekonomi digital yang melayani produk syariah. Presiden Joko Widodo memandang, ekonomi syariah bisa menjadi penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam 25 tahun ke depan, Indonesia digadang- gadang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terkuat keempat dunia. Namun Presiden Joko Widodo menyadari bahwa mewujudkan negara berkekuatan ekonomi besar bukan perkara mudah.

Ada tiga hal yang menurut Presiden Joko Widodo harus segera diselesaikan, yakni pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi syariah, penyiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi syariah, dan reformasi birokrasi. Kunci utama untuk mencapai cita-cita itu, terkandung dalam jati diri Indonesia yang memiliki penduduk Muslim terbesar dunia adalah ekonomi syariah.Ini merupakan modal besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional dan sumber kesejahteraan umat.

Berdasarkan catatan Global Islamic Economics, nilai perdagangan masyarakat dunia di sektor syariah mencapai US$ 3 triliun atau setara Rp 45 ribu triliun pada 2023. Artinya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemimpin pasar di industri syariah global.

Bizcom Indonesia akan menyelenggarakan diskusi tentang “Investment Startegy and Opportunity In Syariah Industry and Digital Era” pada 29 Agustus 2019 dengan terget audiens 100 investor, business owner, dan pendiri bisnis start up di Indonesia. Diharapakn, diskusi ini menghasilkan masukan penting kepada pemerintah untuk mengembangkan bisnis syariah di Indonesia.

*** Sendra Wong, CEO Bizcom Indonesia

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA