Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prof. Dr. Cynthia Afriani Utama SE, ME saat menyampaikan pidato saat pengukuhan Guru Besar Tetap UI, Sabtu (27/3/2021).

Prof. Dr. Cynthia Afriani Utama SE, ME saat menyampaikan pidato saat pengukuhan Guru Besar Tetap UI, Sabtu (27/3/2021).

Perusahaan Keluarga Tidak Terpengaruh pada 'Busy Director'

Sabtu, 27 Maret 2021 | 18:00 WIB
Windarto

Jakarta, Investor.id – Rangkap jabatan pada pimpinan perusahaan sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun penelitian menunjukkan dua hal menarik. Pertama, penelitian Fama dan Jensen, menyebut direksi yang merangkap jabatan atau disebut busy director (direktur yang sibuk) umumnya berusaha meningkatkan kinerja di perusahaan tersebut, di saat perusahaan lain menawarkan jabatan yang sama. Kualitas pengawasan direktur terhadap perusahaan bisa diukur salah satunya melalui rangkap jabatan yang dimiliki oleh direktur tersebut. “Direktur yang menjabat pada perusahaan besar dan menjabat dewan direksi pada perusahaan besar, cenderung mendapat tawaran untuk menjabat pada perusahaan lainnya. Pengaruh ini dikenal sebagai efek reputasi,” tutur Prof Dr dr Cynthia Afriani Utama dalam pidato pengukuhan guru besar Ilmu Manajeman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universtias Indonesia (27/3).

Namun, Cynthia juga mengutarakan direksi atau komisaris yang menjabat pada beberapa perusahaan cenderung terlalu banyak komitmen dan konsekuensinya sebagai tanggung jawab atas jabatannya terebut. Impliksi dari rangkap jabatan tersebut akan mengurangi pengawasan dalam manajemen perusahaan dan hasilnya nilai perusahaan menurun.

Di sampaikan Cynthia, penelitian lain menyebutkan pengaruh busy director akan lebih banyak waktunya terkonsentrasi pada dirinya sehingga perusahaan kurang mendapat pengawasan. Perusahaan yang memiliki pertumbuhan tinggi karena berubah-ubah menuntut atensi secara terus menerus dari seorang chief executive officer (CEO). Selain itu pengaruh negatif busy CEO terhadap kinerja perusahaan semakin kuat ketika CEO baru saja menjabat. Namun semakin lama CEO menjabat, mereka sudah memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memahami operasi dan posisi persaingan perusahaan dan industri, sehigga konsekuensi rangkap jabatan tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Cynthia memaparkan, hasil studi di Indonesia menunjukkan bahwa busy CEO menurunkan kinerja perusahaan. Kesibukan CEO akibat memegang jabatan di beberapa perusahaan mengakibatkan CEO tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperhatikan tugasnya dalam mengawasi perusahaan. Konsekuensinya, aktivitas perusahaan akan terganggu dan kinerja perusahaan akan menurun. Di sisi lain, efektivitas dewan komisaris dalam melakukan pengawasan ditentukan pula oleh struktur kepemilikan perusahaan. Di Indonesia karakteristik perusahaan paling banyak dimiliki oleh keluarga.

Dalam penelitian Yasmin dan Utama tentang keterkaitan busy director dalam kepemilikan perusahaan keluarga terhadap kinerja perusahaan di Indonesia menyebutkan, busy director tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja perusahaan di Indonesia, sementara kepemilikan keluarga menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan perusahaan non keluarga. “Walaupun busy director tidak langsung berdampak terhadap kinerja perusahaan, penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh positif kepemilikan keluarga terhadap kinerja perusahaan akan lebih kuat, jika director memiliki rangkap jabatan. Dengan demikian keberadaan rangkap jabatan memiliki reputation hypotesis,” terangnya.

Salah satu kesimpulan dari paparan tersebut, efektivitas dewan komisaris di Indonesia ditentukan apakan komisaris yang memiliki rangkap jabatan tersebut sesuai dengan batas maksimal seperti ketentuan POJK No 34/2014 dan UU No 5/1999 tentang Monopoli dan Praktik Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Prof Cynthia diangkat sebagai Guru Besar Tetap pada Juli 2019 berdasarkan SK dari Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Natsir. Ia menyatakan terima kasih kepada pihak-pihak yang berperan dan bernontribusi dalam perjalanan kariernya sebagai dosen hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar UI. Pihak-pihak tersebut diantaranya Mantan Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met juga Rektor UI saat ini Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. Selain itu disampaikan terima kasih kepada para keluarga maupun pihak yang mendukung dan membantu terselenggaranya acara pengukuhan tersebut salah satunya Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Jerry Sambuaga.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN