Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA , dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

Pilih Saham Sesuai Karakter, Bisa Nge-rock atau Slow

Oleh Hari Prabowo, Senin, 20 April 2020 | 07:20 WIB

JAKARTA, Investor.id - Meski IHSG akhir pekan kemarin naik 3,4% di level 4634, kita mesti ingat bahwa pasar masih dalam kondisi dan situasi yang sulit. Kenaikan beberapa harga saham sifatnya masih temporer karena secara fundamental ekonomi justru dalam bayang-bayang yang suram.

Mulai dari menteri keuangan, pengamat ekonomi sampai lembaga keuangan ternama memberikan prediksi-prediksi yang sangat mengkhawatirkan atas pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Hal ini tidak boleh kita abaikan bahwa saat ini kita menghadapi ancaman jiwa dan ekonomi akibat Covid-19 sehingga menciptakan horor dan ketidak pastian.

Untuk itu, bagi investor yang berniat trading jangka pendek mesti punya prinsip dan psikologi yang kuat, lupakan dulu IHSG di atas 6000 yang pernah tercapai 3 bulan yang lalu untuk menghilangkan target tamak yang berlebihan. Tentukan target profit yang ideal dan terukur serta eksekusi jika sudah tercapai sebelum harga terkoreksi kembali.

Pada saat pasar normal pun pergerakkan harga saham tidak mungkin bergerak seperti garis lurus naik terus atau turun terus, selalu ada gelombang dalam pergerakannya. Apalagi kondisi saat ini, semakin besar ketidakpastian maka semakin tinggi volatilitasnya.

Melihat setiap informasi yang berkembang saat ini arah bursa pekan ini masih seimbang antara naik atau turun lagi.

Hal yang positif bahwa akhir pekan lalu DOW dan Bursa utama Eropa naik rata-rara 3%. Namun, dari dalam negeri dilaporkan dana-dana asing telah masuk (capital inflow) di surat berharga negara sehingga niliai rupiah menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini bisa menjadi efek positif terhadap IHSG setidaknya awal pekan ini.

Namun dari perkembangan penyebaran covid-19 yang menjadi akar masalahnya masih mengkhawatirkan selama belum ada obat atau vaksin penangkalnya yang resmi diakui oleh WHO.

Selama sebulan terakhir IHSG sudah naik 7%, mengalami kenaikan 10 hari dan penurunan 11 hari. Jadi seimbang. Di pasar saham, investor asing masih belum bersahabat, mereka terus melakukan aksi jual yang agresif atas saham-saham blue chip.

Prediksi saya IHSG masih akan bergerak pada rentang 4600 sampai dengan 4750 dalam pekan ini. Sambil tetap memantau situasi perkembangan baik eksternal maupun internal, silakan trading yang disiplin dan dengan modal yang sudah dialokasikan.

Sahamnya silahkan pilih sendiri sesuai karakter pribadi masing-masing apakah nada "rock" yang agresif seperti INCO, JPFA, BBNI, SMGR atau yang "slow dan romantis" yang kalem pergerakkan harganya misalnya TLKM, UNVR, ASII, BBCA.

Apa pun kondisinya semoga bisa mendapatkan yang terbaik.

*** Hari Prabowo: Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN