Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat Pasar Modal.

KOPI PAGI

Prospek Saham MCOR dan BBKP Setelah Right Issue

Kamis, 9 Juli 2020 | 07:16 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id - Salah satu strategi untuk mendapatkan hasil investasi saham adalah mencermati aksi korporasi yang dilakukan perusahaan, di antaranya ketika perusahaan menerbitkan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau Right Issue.

HMETD adalah "hak" yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru dengan harga dan jumlah tertentu pada waktu tertentu pula.

Saat ini ada dua emiten perbankan yang sedang melakukan HMETD tersebut yaitu PT Bank China Construction Bank Indonesia, Tbk (MCOR) dan PT Bank Bukopin, Tbk (BBKP).

Hal ini sangat menarik untuk dicermati mengingat tujuan dari kedua penerbitan HMETD tersebut adalah untuk menambah modal inti. Dengan demikian, setelah HMETD ini terlaksana maka modal perusahaan akan bertambah kuat sehingga bisa melakukan ekspansi kredit sebagai sumber pendapatan utama.

Kepemilikan saham MCOR terbanyak adalah China Construction Bank (CCB) yaitu bank asing asal Tiongkok dengan porsi kepemilikan 60%. CCB berkomitmen untuk melaksanakan HMETD seluruhnya, artinya posisi kepemilikannya akan tetap 60% sehingga tetap akan menjadi pengendali MCOR.

Harga saham baru dari pelaksanaan HMETD adalah Rp 150 per saham dimana setiap pemegang 100 saham bisa membeli 128 saham baru dengan jangka waktu tanggal 13 Juli 2020.

Sebagai pembeli siaga atau standby buyer dalam pelaksanaan HMETD adalah PT Sinar Mas Mutiartha Tbk. Artinya, jika pemegang HMETD tidak mekaksanakan haknya maka PT Sinar Mas Multi Artha Tbk siap membeli semuanya sehingga perusahaan yang juga bergerak di sektor keuangan tersebut akan menjadi salah satu pemegang saham MCOR juga.

Pada 8 Juli 2020 harga saham MCOR Rp 150 per saham dan telah naik 101% selama tiga bulan terakhir. Ini bisa disimpulkan bahwa aksi korporasi ini dinilai investor sangat positif bagi prospek MCOR kedepan.

Apakah dengan harga saat ini masih layak dibeli? Saya berpendapat bahwa harga di bawah Rp 150 masih layak dibeli karena setelah selesai pelaksanaan HMETD ekspansi kredit akan tumbuh yang berpotensi meningkatkan kinerja MCOR.

Bagaimana dengan PT Bank Bukopin, Tbk dengan kode saham BBKP ? perusahaan ini juga menerbitkan HMETD dengan ratio 5 banding 2 artinya setiap pemegang 5 saham lama sampai dengan CUM Right yaitu tanggal 8 Juli 2020 diberi hak membeli 2 saham baru dengan harga Rp 180 per saham sampai batas pembayaran tanggal 29 Juli 2020.

Seperti kita ketahui bahwa rencana Kookmin Bank Co Ltd, salah satu bank terbesar di Korea Selatan, berkeinginan meningkatkan kepemilikannya di BBKP menjadi sebesar 51% yang sebelumnya 22% . Dengan demikian, Kookmin menjadi pemegang saham utama yang sebelumnya dipegang oleh PT Bosowa Corporindo dengan porsi kepemilikan 23,3%. Harga saham BBKP saat ini Rp 187 per saham dan telah naik 92% dalam tiga bulan terakhir.

Menilik aksi korporsi MCOR dan BBKP tersebut, saya optimistis bahwa kedua saham bank itu mempunyai propek positif. Alasannya, penambahahan modal inti akan menjadi faktor utama peningkatan kinerja bank. Selain itu, pemegang saham pengendalinya adalah bank papan atas yang telah berpengalaman dan mempunyai cabang di berbagai negara.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN