Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Sentimen Positif, Cermati EAST, ELSA, dan SMGR

Senin, 15 Maret 2021 | 06:55 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id – Sentimen positif dari ditandatanganinya paket stimulus AS sebesar US$ 1,9 triliun masih akan menjadi katalis di pasar saham, meski terhalang dengan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Dari dalam negeri, sentimen positif antara lain program vaksinasi yang berjalan lancar sehingga memberi harapan pembukaan kembali ekonomi, meski tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bursa global dan regional pada akhir pekan ditutup bervariatif, namun bursa saham berjangka Senin pagi (WIB) dibuka menguat, dengan Dow Futures menguat 80 poin, S&P 500 futures naik 0,15%, dan Nasdaq 100 futures naik 0.1% . Semoga ini menjadi sinyal baik bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG akhir pekan lalu menguat 1,5% ke level 6358 yang memberi sinyal masih ada ruang penguatan awal pekan ini. Meski investor asing mencatatkan net sell, tetapi investor lokal tetap mendominasi nilai transaksi sebesar 70% diukur dari Turnover (IDR) dengan nilai transaksi harian masih di atas Rp10 triliun.

Ada beberapa saham yang tahan banting dan layak dicermati karena diuntungkan dengan pembukaan kembali ekonomi. Saham-saham ini bisa dimanfaatkan untuk investasi menengah maupun trading jangka pendek, antara lain;

1. EAST

Saham dari sektor perhotelan di Yogyakarta (Hotel EASTPARC) yang saat IPO tahun 2019 harganya Rp.133 per lembar. Meski terdampak pandemi namun merupakan satu-satunya hotel yang listing di bursa yang mampu bertahan tidak sampai mengalami kerugian seperti kebanyakan hotel yang lain, bahkan dari laporan keuangan akhir tahun 2020, EAST mampu mencetak laba sebesar Rp.5,2 miliar.

EAST pada akhir pekan ditutup pada level Rp 70 per saham dengan Price Earning Ratio / PER 55,7 X, Price to Book Value / PBV sebesar 1,18 ini, bisa dibilang harga saat ini masih cukup murah.

Profesional dan manuver manajemen hotel dalam menyikapi masa pandemi yang meluluh lantakkan sektor pariwisata dan hotel mampu mempertahankan kinerja EAST dengan baik. Manuver tersebut antara lain menunda pembangunan hotel bintang 4 dan menggantinya dengan membangun area wisata keluarga dikawasan hotel EASTPARC sekaligus meningkatkan layanan bagi pengunjung hotel.

Manajemen juga menggunakan sebagian dana IPO untuk melunasi pinjaman bank dengan seizin RUPS, sehingga Debt Equity Ratio / DER tinggal 7,35%.

Kinerja EAST tahun 2021 makin membaik, dengan "occupancy rate" bulan Januari 42%, Februari 58% dan ekspektasi bulan Maret 65%. Jika sesuai ekspektasi maka tidak menutup kemungkinan pada akhir kuartal pertama tahun 2021 ini perusahaan bisa mencetak laba.

Sejalan dengan itu harga pasar saham EAST diprediksikan akan bisa kembali melewati Rp.100 bahkan akan kembali keharga IPO pada tahun ini.

2. ELSA

PT Elnusa Tbk (ELSA) yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) ini juga tetap mampu mencetak laba di masa pandemi. Mendasarkan Laporan Kuangan terakhir, dengan PER 11,5 X dan PBV 0,77 X (Book Valeu Rp 512) juga masih menunjukkan harga yang relatif murah.

Emiten yang bergerak di bidang penyedia jasa energi ini banyak berhubungan dengan produksi minyak dan energi lain. Dalam keterbukaan informasi manajemen mampu mengatasi "triple shocks" yaitu pandemi Covid-19, fluktuasi harga minyak dan pelemahan kurs rupiah karena mengoptimalkan strategi diversifikasi prortofolio yang dimiliki. Laba bersih didominasi oleh segmen jasa distribusi dan logistik.

Harga saham ELSA biasanya juga rentan terhadapa pergerakkan harga minyak mentah dunia. Dengan harga minyak acuan internasional Brent mendekati $70 per barel akan berpengaruh positif terhadap harga saham ELSA.

Prediksi harga saham ELSA dengan target Rp 410 sd Rp.420 sampai untuk jangka menengah.

3. SMGR

PT Semen Indonesia Tbk merupakan saham papan atas dengan kinerja solid di masa pandemi dan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba 16,87% (YOY). Saham emiten ini sudah cukup lama tertekan.

Namun demikian melihat pergerakkan harga saham SMGR sepekan terakhir dari kajian bandarmologi / tape reading harga ini sudah menunjukkan jenuh jual dan mulai menunjukkan sinyal penguatan dengan dukungan volume dan frekuensi.

Target harga SMGR jangka pendek adalah Rp 11.800 sd Rp.12.000.

Semua analisis dan prediksi kami bersifat disclaimer, silakan dicermati.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa, pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN