Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lana T Koentjoro, SH, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM)

Lana T Koentjoro, SH, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM)

Tantangan Kesehatan Perempuan Indonesia

Oleh Lana T Koentjoro, Selasa, 7 Januari 2020 | 14:44 WIB

JAKARTA, Investor.id - Di Indonesia, persoalan kesehatan perempuan masih menjadi tantangan besar. Ada banyak persoalan yang menyangkut perempuan dan kesehatan yang harus mendapat perhatian besar. Salah satunya adalah tantangan perempuan dalam mengakses layanan kesehatan. Akses yang masih rendah tersebut berdampak ganda seperti tingkat kematian ibu ketika melahirkan yang masih tinggi dan angka stunting atau pertumbuhan anak yang terhambat sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dibanding teman sebayanya, yang angkanya juga mengkhawatirkan.

Angka kematian ibu merupakah salah satu indikator hasil pembangunan di bidang kesehatan. Semakin rendah angka kematian ibu maka bisa disimpulkan semakin baik pembangunan di bidang kesehatan di sebuah negara. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, ini survey paling akhir, angka kematian ibu memang turun menjadi 305 kematian per 100 ribu kelahiran hidup.

Meski turun dan sudah melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang ditargetkan 306 kematian per 100 ribu kelahiran, tapi angka tersebut masih tinggi. Dalam jangka panjang, yaitu tahun 2030, angka kematian ibu baik selama kehamilan, saat melahirkan dan selama masa nifas, bisa turun menjadi hanya 70 kematian.

Mengenai stunting, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas tahun 2018, sebanyak 30,8% anak balita (di bawah umur lima tahun) Indonesia menderita stunting. Penyebabnya adalah gizi buruk, kondisi hidup yang buruk, infeksi, sanitasi jelek, dan kurangnya air bersih. Angka ini memang turun dibanding tahun 2015 yang mencapai 37,2%. Meski angka stunting turun tapi dinilai masih tetap tinggi karena itu berarti satu dari tiga balita mengalami stunting. Di Asean, tingginya angka stunting membuat posisi Indonesia berada di tempat ke dua setelah Laos.

Dua persoalan tersebut, angka kematian ibu dan stunting yang masih tinggi, tentu saja mengkhawatirkan. Terutama jika mengingat peran perempuan yang sangat penting dalam membentuk keluarga, masyarakat, dan negara yang sehat.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan dua persoalan besar itu? Pemerintah tentu saja terus menerus melakukan upaya agar target-target dalam RPJMN terkait dua terhadap hal di atas bisa dipenuhi. Terbukti dari angka kematian dan stunting yang turun dari tahun ke tahun.

Tapi, keikutsertaan masyarakat untuk menurunkannya juga sangat diharapkan. Perempuan Indonesia Maju (PIM) membantu pemerintah dengan terjun langsung ke masyarakat, menyosialisasikan pentingnya makanan bergizi untuk ibu-ibu hamil dan balita sambil membagikan makanan seperti kacang hijau, telur, susu, dan makanan lainnya. Gerakan PIM tentu saja tidak berhenti hanya di sini. Banyak program lainnya dirancang untuk ikut membantu pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan stunting.

Perempuan-perempuan lainnya yang bergerak di berbagai bidang juga bisa berperan sesuai keahliannya, dalam berbagai kegiatan seperti memberi pengetahuan kepada para perempuan tentang pentingnya menjaga kesehatan, baik untuk dirinya sendiri maupun anaknya.

Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi digital. Melalui perangkat teknologi, pemerintah atau masyarakat bisa menyosialisasikan kepada perempuan dengan berbagai aplikasi menarik. Selain itu, bisa diadakan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat sehingga upaya menurunkan angka kematian ibu dan stunting bisa dilakukan dengan cepat.

Upaya lainnya adalah menurunkan biaya kesehatan, mendekatkan fasilitas kesehatan kepada masyarakat dengan memperbanyak puskesmas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hidup bersih. Tentu saja, hal itu harus dikerjakan semua pihak secara bersama-sama.

*** Lana T Koentjoro, SH, Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA