Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Shinta Ratnamurti, SE, CA, CHt, QWP, CFP/IST

Shinta Ratnamurti, SE, CA, CHt, QWP, CFP/IST

Working Mom vs House Mom

Shinta Ratnamurti, Selasa, 10 September 2019 | 14:47 WIB

Jakarta, investor.id – Pro kontra seorang ibu bekerja atau di rumah masih jadi topik seru dalam diskusi 'emak-emak' atau para calon moms. Realitanya, ketika seorang ibu memutuskan untuk bekerja (dengan asumsi suami sudah bekerja), hal ini tidak serta merta berarti meningkatkan ekonomi keluarga.

Memang, pendapatan keluarga naik, tetapi belum tentu kesejahteraan keluarga secara keseluruhan ikut meningkat. Pasalnya, ketika kedua orang tua bekerja, ada biaya-biaya lain yang akan muncul, seperti:

1. Asisten rumah tangga (ART) / babysitter
Biaya seorang ART dimulai dari 1 juta per bulan ditambah biaya makan dan minum, serta keperluan ART tersebut yang biasanya menjadi tanggungan pemberi kerja. Rata-rata seorang ART yang berpengalaman bergaji Rp 1,5 juta – Rp 2,5 juta per bulan. Sedangkan gaji babysitter yang berpengalaman sekitar Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta.

2. Antar jemput anak
Jika jarak sekolah cukup lumayan jauh, dipertimbangkan untuk antar jemput. Jika sekolahnya relatif dekat biaya antar jemput rata-rata 750 ribu sampai Rp 1,5 juta. Kalau mau naik gojek diantar si embak, pulang pergi anggap Rp 15 ribu x 2 = Rp 30 ribu. Sebulan ke sekolah sekitar 20 hari = Rp 600 ribu. Bisa lebih murah lagi kalau sedang promo online. Nah itu kalau si embak menunggu anak di sekolah, jadi tidak ada biaya travelling tambahan si embak.

3. Les pelajaran
Kalau ibu ada di rumah, anak mungkin tidak perlu les lagi. Hal ini tentu tergantung apakah si ibu cukup sabar mengajar anaknya. Biaya les rata-rata Rp 100 ribu – Rp 150 ribu per pertemuan. Jika seminggu sekali maka dalam sebulan biayanya Rp 400 ribu - 600 ribu.

Tambahkan juga transportasi si working mom. Misalnya seperti saya tinggal di Tangerang, naik shuttle ke Sudirman. Biaya per hari pulang pergi Rp 100 ribu. Kalau sebulan biayanya sekitar Rp 2 juta. Anggap bawa bekal dari rumah jadi tidak ada tambahan biaya makan.

Coba kita hitung contoh ilustrasi dari komponen 4 biaya ini saja:
1. Gaji ART / babysitter termasuk peningkatan biaya makan, listrik & wifie Rp 2.000.000 (per orang)
2. Antar 1 jemput anak anggap Rp 750.000
3. Les pelajaran anak misal Rp 500.000
4. Transportasi Rp 2.000.000
Total biaya seorang ibu ketika bekerja Rp 5.250.000.

Tentu seorang ibu bekerja pasti karena kebutuhan, baik kebutuhan keuangan ataupun karir. Hanya perlu dipastikan penghasilan yang didapat apakah sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Rencanakan dan perhitungkan dahulu biaya-biaya yang diperlukan sebagai salah satu bahan pertimbangan selain faktor emosi, dan lainnya. Jika ada kebutuhan keuangan yang dapat diselesaikan dengan ibu bekerja, why not?! Kasih sayang seorang working mom tidak kalah kok dengan house mom.

*** Shinta Ratnamurti, SE, CA, CHt, QWP, CFP.
Ibu dari 2 orang jagoan kecil

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA