Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

PT MNC Energy Investments Tbk. Foto: Perseroan

Kinerja Tumbuh Pesat, Saham MNC Energy (IATA) Disebut akan Dikerek ke Rp 250

Rabu, 20 Juli 2022 | 08:46 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) disebut-sebut akan diangkat ke level Rp 250 oleh sejumlah pelaku pasar dalam waktu dekat. Aksi ini didukung oleh rencana aksi korporasi dan melesatnya kinerja keuangan.

Seorang sumber dari pasar menyebutkan, perseroan melalui anak usahanya PT Indonesia Batu Prima Energi telah memulai produksi batu bara pada konsesi 15.000 hektare di Babat Supat, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hal ini tentu akan menaikkan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan, apalagi sebanyak 500 ribut ton batu bara ditargetkan diproduksi dari konsesi tersebut pada tahun pertama ini.

Baca juga: MNC Energy (IATA) Tingkatkan Output Batu Bara Lewat Produksi Baru Anak Usaha

Aksi kerek saham IATA juga didukung besarnya cadangan batu bara yang dimiliki MNC Investment mencapai 253,42 juta. Menurut dia, dengan cadangan yang besar tersebut, kinerja keuangan bisa dipacu setidaknya di saat harga jual komoditas tersebut masih meningkat di pasar global.

Tidak hanya itu, sumber tersebut mengatakan, harga saham IATA juga didukung atas melesatnya kinerja keuangan setelah sektor bisnisnya diubah ke pertambangan batu bara. “Dengan kepemilikan cadangan batu bara yang besar ditambah harga jual yang solid membuat kinerja keuangan perseroan melesat, sehingga sahamnya diminati sejumlah pelaku pasar,” ujarnya di Jakarta.

Hingga kuartal I-2022, IATA membukukan laba bersih US$ 9,4 juta dan pendapatan senilai US$ 40,4 juta. Sedangkan pendapatan perseroan melesat menjadi US$ 17,2 juta dan EBITDA sebesar US$ 4,6 juta. Perseroan melalui PT Bhakti Coal Resources mencatatkan peningkatan produksi menjadi 852.322 MT, naik 95,4% QoQ.

Berdasarkan realisasi kinerja keuangan tersebut, menurut dia, PER IATA baru mencapai 3,95 kali. Sedangkan laba per saham melonjak tajam menjadi US$ 0,0007, dibandingkan periode sebelumnya denga rugi bersih per saham.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN