Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk yang dijual Kobexindo.

Produk yang dijual Kobexindo.

Bidik Tambang Besar, Saham Kobexindo (KOBX) Disebut Menuju Rp 650

Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:12 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) disebut-sebut sejumlah pelaku pasar akan dikerek ke level Rp 650 dalam waktu dekat. Hal ini didukung atas kabar di pasar yang menyebutkan perseroan akan menjadi penyedia peralatan tambang untuk disewakan kepada perusahaan besar.

Aksi kerek harga saham perseroan juga didukung atas lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2022 sebanyak 61,5% menjadi US$ 4,5 juta. Lonjakan tersebut menggambarkan kuatnya permintaan alat-alat berat, khususnya sektor pertambangan.

Baca juga: Laba Kobexindo (KOBX) Melejit 61,5%, Pendapatan Melonjak 43,7%

“Kobexindo disebut juga tengah gencar membidik kontrak penjualan alat berat ke perusahaan pertambangan besar. Sedangkan dari sisi operasional terlihat pertumbuhan seluruh unit bisnis yang tercermin dari kenaikan kinerja keuangan hingga semester I-2022. Semua hal tersebut menjadi alasan sejumlah bandar mengerek saham KOBX ke level Rp 650 per saham,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, permintaan alat berat dari berbagai sektor menunjukkan peningkatan. Sejumlah pemesanan telah diterima perseroan yang akan dikirimkan dalam waktu dekat, sehingga hal tersebut akan berimbas terhadap lonjakan kinerja keuangan sampai akhir tahun ini.

Kobexindo, penyedia alat berat terintegrasi, membukukan laba bersih komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) melejit 61,5% menjadi US$ 4,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar US$ 2,79 juta. Sedangkan pendapatan sebesar US$ 81,09 juta, melonjak 43,77% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar US$ 56,4 juta.

Pendapatan secara konsolidasi tersebut bersumber dari empat segmen usaha, yakni penjualan unit alat berat, penjualan suku cadang, jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan, serta usaha sewa (sewa alat berat dan bangunan). Empat segmen tersebut membukukan pertumbuhan double digit pada semester I tahun ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN