Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Investor mengamati pergerakan harga saham di layar komputer. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Ilustrasi: Investor mengamati pergerakan harga saham di layar komputer. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Heboh, Transaksi Misterius Saham PTBA, Salah Pencet?

Listyorini, Sabtu, 20 Juni 2020 | 13:07 WIB

JAKARTA, Investor.id – Jagad trader di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihebohkan dengan kejadian misterius yakni transaksi beli saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan jumlah besar dalam waktu hanya satu detik, tepatnya pukul 10.14.04 pada perdagangan hari Jumat (19/6/2020).

Broker Asing PT CLSA Sekuritas Indonesia dengan kode KZ, secara misterius membeli saham PTBA secara masif di tengah investor sedang antri jual setelah mendapatkan dividen. PTBA memberikan dividen sangat atraktif kepada investor dengan dividen yield sekitar 14%, lebih dari dua kali lipat bunga deposito, sehingga investor beramai-ramai berburu dividen.

Adalah sebuah kewajaran kalau setelah pencatatan dividen harga saham tersebut turun. Dengan auto reject bawah (ARB) sebesar 7%, investor masih untung 7%. Jadi banyak prediksi kemungkinan pada perdagangan Senin depan, harga PTBA masih berpotensi terkoreksi.

Anehnya, KZ melakukan pembelian sebesar 914.230 lot senilai Rp 208 miliar pada harga Rp 2.280, ketika antrian jual berjibun.

“Pembelian itu hanya dilakukan satu kali dalam waktu satu detik. Dan setelah itu tidak ada transaksi satu lot pun. Artinya, apa yang dilakukan KZ tidak berpengaruh terhadap harga sehingga patut diduga ada salah order yang seharusnya SELL kepencet BUY,” kata ketua Investa, komunitas investor di BEI, Sabtu (20/6/2020).

Diskusi tentang kemungkinan salah pencet order PTBA menjadi ramai diperbincangkan. Mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta, Hasan Zein Mahmud juga mempertanyakan transaksi aneh pembelian saham PTBA.

1. Transaksi yang tidak logis memang. ARB itu artinya Senin akan turun lagi. Mengapa KZ memaksa beli saham PTBA?

2. Dari trik bandar lebih nggak masuk akal lagi. Bandar itu cari laba dari "permainan harga". Ini kok malah menyerahkan diri menjadi korban harga.

3. Tapi mengatakan salah pencet juga tidk logis. Pesanan dipecah jadi 19 order. Salah pencet 19 kali?

Namun ada juga yang berpendapat bahwa itu sebuah kesengajaan untuk memberikan sinyal bahwa PTBA masih dalam tren menguat, meski hal itu tidak ada pengaruhnya. Tentu semuanya tergantung poin guard dari broker tersebut.

Salah Pencet

Argha J Karo, Founder & Creative Director of Creative Trading System dalam youtube yang diviralkan juga membahas keanehan transaksi saham PTBA. “Ini kejadian unik, saya menduga ada kemungkinan salah pencet oleh pegawai KZ. Pembelian yang sangat misterius dan tidak masuk dalam logika,” katanya.

Sebagai informasi, saham PTBA dalam beberapa minggu ini menjadi favorit bagi investor yang hobi berburu deviden. Dalam sebulan ini, saham tersebut menguat sekitar 20%.

Berdasarkan informasi keterbukaan, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen senilai Rp 3,65 triliun, sehingga pemegang saham akan menerima sebesar Rp 326/saham. Dividen ini rencananya akan disetorkan kepada pemegang saham pada 10 Juli 2020 mendatang.

Masa akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen alias cum dividen jatuh pada 18 Juni 2020 di pasar reguler dan negosiasi, sedangkan di pasar tunai pada 22 Juni 2020. Masa awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan nego pada 19 Juni 2020 dan di pasar tunai pada 23 Juni 2020.

Jadi pantaslah kalau perdagangan Jumat kemarin saham PTBA mengalami ARB karena investor pemburu dividen antri jual. “Aneh sekali, banyak yang antri jual setelah dapat dividen kok malah KZ antri beli. Lebih aneh lagi, setelah itu KZ tidak melakukan transaksi di PTBA,” katanya.

Setidaknya ada lima hal yang membuat Argha J Karo berasumsi transaksi itu salah pencet.

1. Buat apa beli banyak kalau tidak mempunyai efek terhadap harga.

2. Kalau ada oder beli, pertanyaannya mengapa bukan Senin karena ketika saham ARB biasanya masih akan koreksi. “Lebih aneh lagi harus beli hanya dalam tempo satu detik, buat apa?

3. Kemungkinan salah pencet yang tadinya SELL kepencet BUY. Itu kesalahan manusiawi.

4. Asumsi salah pencet diperkuat karena order jual dipecah menjadi 18 antrian. “Antrian yang dipecah biasanya untuk antri jualan. Kenapa dipecah, kalau mau dikansel lebih mudah,” katanya.

5. Setelah transaksi misterius KZ di PTBA, broker tersebut jualan saham secara masif pada saham ITMG dengan total nilai sekitar Rp 118 M.

Ia berasumsi KZ jualan ITMG untuk mengembalikan kesalahan pencet di PTBA karena kemungkinan saat beli PTBA menggunakan dana cash otomatis harus mengembalikan dana itu dengan menjual ITMG yang diguyur order jual sampai sore.

“Semoga asumsi saya salah, tetapi transaksi itu tidak masuk dalam logika saya,” kata Argha.

Salah pencet atau tidak, banyak trader menunggu kepastiannya yang akan terkonfirmasi jika ada salah satu pegawai KZ kena PHK secara mendadak.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN