Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta.  Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Tiga Sektor Ini Akan Mengeliat Tahun Depan

Parina Theodora, Sabtu, 5 Oktober 2019 | 13:51 WIB

Jakarta - Setelah hampir seminggu memerah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan minggu pertama Oktober 2019 ditutup hijau di level 6.061. Merembetnya perang dagang diduga menjadi faktor utamanya.

Disampaikan Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, jika sebelumnya hubungan dagang Amerika Serikat (AS)-Tiongkok memanas, kali ini AS kembali memanaskan hubungan dagang dengan Eropa.

“Indeks babak belur hanya karena AS menghajar Eropa. Karena potensinya, yang paling berbahaya dari perang dagang sekarang adalah berpotensi menciptakan perang dagang yang lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebaik-baiknya fundamental Indonesia, karena negeri ini termasuk emerging market, tidak akan bisa melawan setimen global yang negatif. Pasti Indonesia akan terkena dampak negatifnya juga.

“Ditambah lagi, kondisi politik dan keamanan dalam negeri tidak kondusif dengan adanya demonstrasi setiap hari, sehingga capital outfow pelan-pelan terjadi” paparnya. Dengan kondisi seperti ini, ia menargetkan IHSG di level 6.550.

Meski begitu, potensi kenaikan saham di beberapa sektor masih akan baik ke depannya. Ada tiga sektor saham yang ia rekomendasikan di tahun depan dan sudah mulai bisa dikoleksi saat ini. Menurutnya, Presiden Joko Widodo sudah mengatakan fokus di tahun mendatang adalah sumber daya manusia, kesehatan, dan pendidikan.

“Saham-saham sektor jasa kesehatan, saham infrastruktur, dan saham perbankan akan mengeliat. Ketika indeks merah, saham banking merah, saatnya beli karena fokusnya, sudah bukan investasi jangka pendek, tetapi long term investment,” ungkapnya.

 

 

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA