Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Director & CIO Eastspring Investments Indonesia, Ari Pitojo memberikan presentasi mengenai peluang karir pasar modal dalam acara Eastspring Tour de Campus 2015 bertempat di Binus International University, Jakarta, pada Kamis (15 Oktober 2015), setelah sukses menggelar acara yang sama di Universitas Andalas, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Lampung sejak tahun 2013. Acara tersebut merupakan  bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai investasi, pasar modal dan dan peluang karir pasar modal bagi mahasiswa sebagai bentuk komitmen Eastspring Investments Indonesia dalam mendukung upaya OJK dalam peningkatan literasi keuangan nasional.

Director & CIO Eastspring Investments Indonesia, Ari Pitojo memberikan presentasi mengenai peluang karir pasar modal dalam acara Eastspring Tour de Campus 2015 bertempat di Binus International University, Jakarta, pada Kamis (15 Oktober 2015), setelah sukses menggelar acara yang sama di Universitas Andalas, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Lampung sejak tahun 2013. Acara tersebut merupakan bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai investasi, pasar modal dan dan peluang karir pasar modal bagi mahasiswa sebagai bentuk komitmen Eastspring Investments Indonesia dalam mendukung upaya OJK dalam peningkatan literasi keuangan nasional.

Virus Corona, Black Swan bagi Pasar Modal dan Ekonomi

Parina Theodora, Sabtu, 29 Februari 2020 | 11:05 WIB

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,5% pada penutupan bursa Jumat (28/2/2020) dan telah terkoreksi hampir 9% sejak awal tahun. Demikian pula dengan indeks global dan regional juga terkoreksi. Indeks Nikkei dan Dow Jones misalnya, masing-masing terkoreksi 3,67% dan 3,24% pada 28 Februari 2020.

Kekhawatiran tentang penyebaran virus Corona ke negara lain menjadi pemicunya. Penularan virus sangat cepat dan meluas dibandingkan dengan wabah virus lainnya, dikhawatirkan akan berdampak signifikan pada perekonomi. Bahkan IMF mengatakan pertumbuhan PDB global dapat diterpangkas 0,1-0,2% pada 2020. Serta pertumbuhan PDB Tiongkok bisa turun sebesar 1% pada tahun 2020.

Chief Investment Officer PT Eastspring Investments Indonesia Ari Pitojo berpendapat, kekhawatiran terhadap virus Corona akan membuat volatilitas pasar tetap tinggi. Menurutnya, dalam jangka pendek, pasar masih bereaksi negatif terkait dengan penyebaran virus Corona. Sehingga, investor cenderung menempatkan asetnya di instrumen yang tergolong aman (safe havens) seperti obligasi dan emas.

“Kami menilai pasar terlalu bereaksi berlebihan, sehingga valuasi saham terkoreksi hingga ke level terendah dalam 10 tahun. Saat ini PE IHSG berada di level 12.4x dibandingkan dengan rata-ratanya yang 15x. Termasuk sangat murah secara historikal,” paparnya.

Namun menurutnya, pasar akan pulih dalam jangka menengah dan panjang. Ia mencontohkan penyebaran virus SARS pada tahun 2003. Ketika itu, pasar bereaksi negatif selama Januari-Maret 2003. Namun, pasar berbalik arah dan menguat satu tahun setelahnya. Dalam kondisi volatilitas tinggi seperti ini, menurutnya obligasi akan memberikan imbal hasil yang menarik.

“Penurunan suku bunga, ketidakpastian tinggi dan inflasi yang stabil akan mendukung obligasi untuk tetap menarik. Tipsnya, jangan panik, tetap tenang dan teruslah berinvestasi. Pasar saham telah terkoreksi cukup dalam. Peluang ini dapat dimanfaatkan dengan terus berinvestasi secara reguler setiap bulannya,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN