Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Toko perlengkapan olah raga.

Toko perlengkapan olah raga.

BRI Liga 1 Bergulir, UMKM Sepak Bola Mengaku Omzet Mulai Naik

Sabtu, 20 November 2021 | 12:21 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kontribusi usaha kecil mikro menengah (UMKM) dinilai punya andil dalam memajukan industri turunan sepak bola.

Menurut Nielsen Sport, Indonesia merupakan negara dengan populasi penggemar sepak bola tertinggi ke-2 di dunia. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka bukan tidak mungkin akan tercipta geliat industri sepak bola yang sehat di Indonesia.

Arema Sport Malang, toko aksesoris sepak bola yang sudah berdiri sejak era 90-an merupakan salah satu UMKM yang turut mendapat berkah atas perkembangan industri sepak bola di Tanah Air.  

“Usaha ini memiliki rekam jejak yang cukup baik. Awalnya hanya jualan di emperan saja, tapi karena minat masyarakat yang tinggi terhadap sepak bola nasional, akhirnya pelan-pelan barang- barang kami laku keras. Hasilnya bisa membeli ruko hingga rumah sendiri,” ujar mantri pengelola toko, Ari.  

Ari menjelaskan, pandemi memberikan dampak yang sangat signifikan untuk usahanya. Omzet toko sempat mengalami penurunan hingga 98 persen. Hal ini disebabkan oleh penjualan yang cukup bergantung dengan adanya kompetisi sepak bola, mengingat barang yang paling laku terjual adalah kostum Arema atau atribut suporter lainnya.

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi bergulirnya BRI Liga 1 di tengah pandemi yang masih berlangsung.  “Saat ini, omzet mulai bangkit lagi sejak BRI Liga 1 dimulai. Belum ada penonton di stadion, tapi masyarakat menyambut baik dan penjualan sudah naik di kisaran 20 persen. Ini sudah cukup karena sebelumnya omzet sangat anjlok,” tutur Ari.  

Dampak positif bergulirnya BRI Liga 1 juga dirasakan oleh pemilik toko Kembar Bola di Malang, Tri Aji. Menurutnya, walau masih terselenggara tanpa penonton, ia merasakan kenaikan omzet hingga 50 persen.  

“Saat kompetisi BRI Liga 1 kembali bergulir, saya rasa antusiasme masyarakat cukup tinggi karena mulai banyak Aremania (sebutan untuk pendukung klub Arema) yang membeli di toko kami,” ungkap Aji.  

Bantu UMKM tumbuh  

Di sisi lain, Arema Sport sendiri merupakan salah satu nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak lima tahun lalu dan terdaftar sebagai pengguna fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) BRI. Fasilitas ini membiayai operasional usaha termasuk kebutuhan untuk pengadaan bahan baku, proses produksi, piutang dan persediaan. Pendanaan tersebut mempermudah pengelola Arema Sport untuk mengembangkan bisnis dan menaikkan kemampuan dalam mengelola usaha, sehingga mampu meningkatkan nilai aset usaha.  

Di saat pandemi, permasalahan modal menjadi salah satu penyebab yang membuat para pengusaha mengalami kesulitan dalam mengelola bisnisnya. Untuk itu, selain memberikan berbagai macam fasilitas pembiayaan UMKM untuk nasabah BRI, bergulirnya BRI Liga 1 juga merupakan bentuk upaya untuk mendorong bangkitnya UMKM sebagai dinamo mesin ekonomi nasional. Hal ini merupakan bentuk komitmen BRI sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM.  

Selain itu, kompetisi BRI Liga 1 juga diharapkan mampu memberikan suntikan optimisme bagi masyarakat untuk bangkit bersama dari pandemi yang sudah menghantam negeri selama hampir dua tahun.  

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : -

BAGIKAN