Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Newcastle United

Newcastle United

BN Group Terancam Batal Beli Newcastle United

Senin, 24 Agustus 2020 | 20:00 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id - Perusahaan asal Singapura, Bellagraph Nova Group (BN Group) terancam batal mengakuisisi saham klub sepakbola Newcastle United. Kantor berita Reuters menemukan sejumlah keganjilan tentang perusahaan tersebut. Ada sejumlah klaim informasi tentang BN Group yang ternyata merupakan informasi palsu alias hoaks.

Temuan Reuters itu mengancam terlaksananya jual beli saham Newcastle United. BN Group berencana mengambilalih saham klub Liga Primer Inggris tersebut. Namun, setelah temuan media soal praktik negatif yang dilakukan BN Group, kini sejumlah fans Newcastle United juga menolak klub mereka diambil-alih perusahaan yang tidak memiliki asal usul jelas.

Reuters telah melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi untuk memastikan informasi mengenai identitas perusahaan yang ternyata tidak konsisten. Salah satu hoaks yang dilakukan adalah mengedit foto mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dengan sejumlah eksekutif perusahaan dengan latar tulisan BN Group. Ternyata foto yang diklaim sebagai pertemuan antara Obama dan eksekutif perusahaan asal Singapura adalah hasil rekayasa digital.

Foto yang awalnya terpampang di laman resmi BN Group sontak dihapus ketika Reuters mencoba mengklarifikasi keaslian gambar tersebut. Perwakilan BN Group, Nereides Antonio Giamundo de Bourbon mengakui, foto Obama itu adalah hasil editan.

Bourbon berkilah yang mereka lakukan bukan untuk tujuan kejahatan. "Kami adalah sekumpulan orang yang memiliki keseriusan dalam berbisnis. Satu-satunya hal yang ambigu hanyalah soal photoshop itu. Tapi tak ada maksud kejahatan di baliknya," kata Bourbon seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2020).

Namun, keseriusan BN Group sebagai perusahaan dipertanyakan. Sebab, temuan Reuters di lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Paris. Otoritas di Paris memastikan tak ada nama BN Group teregistrasi di kawasan itu. Lokasi yang diklaim sebagai kantor perusahaan di Place Vendome juga tak akurat. Setelah lokasi itu dikunjungi Reuters, tidak ditemukan perusahaan bernama BN Group.

Selain itu perusahaan teknologi finansial Hydra X yang disebut BN Group sebagai salah satu entitas perusahaan dan menjalankan trading di Bursa Singapura, membantah klaim tersebut. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Otoritas Bursa Singapura.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN