Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Indra Sjafri Buktikan Indonesia Dominasi Level Junior

Rabu, 27 Februari 2019 | 09:37 WIB

PHNOM PENH - Indra Sjafri kembali menegaskan dominasi Indonesia level persaingan pembinaan usia dini Asia Tenggara. Setelah melatih Timnas U-22 Indonesia, tim asuhannya menjadi Raja Piala AFF U-22 2019 yang digelar di Kamboja.

Tim nasional sepakbola Indonesia menjadi juara Piala AFF U-22 2019 setelah membungkam Thailand dengan skor 2-1 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Olympic, Phnom Penh, Selasa (26/2).

Seperti dilansir Beritasatu.com, Indonesia sempat tertinggal lebih dahulu ketika gawang Awan Setho Raharjo dijebol kapten Thailand, Saringkan Promsupa pada menit ke-57. Namun Indonesia bangkit dan meraih kemenangan lewat gol-gol yang dilesakkan Sani Rizki Fauzi pada menit ke-59 dan Osvaldo Haay (menit ke-64).

Timnas Indonesia terbukti tangguh untuk kejuaraan kelompok umur di Asia Tenggara. Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 yang baru saja menjuarai Piala AFF 2019 usai mengalahkan Thailand menjadi bukti kuat. Beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia dalam berbagai level usia kerap menjadi jawara di level persaingan Asia Tenggara.

Paling jelek dalam lima tahun terakhir Timnas Indonesia junior di level U-16, U-18, U-19, hingga U-23 kalah di semifinal. Jejak sukses Tim Merah-Putih dimulai saat Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 2013 yang dihelat di Sidoarjo.

Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 setelah menang adu penalti atas Vietnam di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu 22 September 2013. Adu penalty dilakukan setelah skor imbang 0-0 tak berubah hingga akhir babak tambahan. Timnas Indonesia U-19 saat itu dinakhodai oleh Indra Sjafri.

Publik sepak bola nasional mendadak jatuh cinta ke tim muda, karena mulai frustrasi sering melihat Timnas Senior gagal berjaya di berbagai event internasional. Indra dengan deretan pemain belia berbakat macam Evan Dimas, Ilham Udin Arymain, Zulfiandi, Putu Gede, menciptakan euforia.

Sukses Timnas Indonesia di level junior tak berhenti sampai di situ. Lima tahun berselang, giliran Fakhry Husaini dengan Timnas Indonesia U-16 menjadi juara Piala AFF U-16 2013. Sukses ini terjadi di Sidoarjo.

Timnas U-16 keluar sebagai juara Piala AFF U-16 pada 2018 setelah mengalahkan Thailand lewat babak adu penalti dengan skor 4-3, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Namun,Timnas Indonesia seperti kesulitan jadi yang terbaik di level persaingan level senior. Dalam Piala AFF, Tim Merah-Putih jadi spesialis runner-up (lima kali), tak pernah mengangkat trofi kampiun.

Terakhir di level senior, Timnas Indonesia jadi jawara di SEA Games 1991. Selepas itu publik sepak bola Tanah Air sering dibuat kecewa karena Tim Garuda selalu gagal di final. Terakhir, di Piala AFF 2016, saat Timnas Indonesia digasak Thailand dengan agregat 2-3.

Konsisten

Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri konsisten mempertahankan susunan winning team untuk memulai partai final. Pertandingan ini menjadi laga ketiga Indra menurunkan susunan pemain yang sama. Dalam dua laga sebelumnya, mereka mengalahkan tuan rumah Kamboja 2-0 dan Vietnam 1-0.

Duet Nurhidayat Haji Haris dan Bagas Adi Nugroho tetap menjadi palang pintu pertahanan di hadapan kipper Awan Setho Nugroho. Sedangkan, Asnawi Mangkualam Bahar serta Firza Andika berada di sisi kanan kiri lini belakang timnas U-22 Indonesia.

Pencetak gol kemenangan kontra Vietnam, Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, tetap menjadi poros di lini tengah. Sedangkan, Gian Zola Nasrulloh Nugroho berdampingan dengan Sani Rizki Fauzi di lini kedua serangan. Trio Witan Sulaiman, Marinus Wanewar dan Osvaldo Ardiles Haay, kembali turun sejak awal untuk menebarkan ancaman ke gawang Thailand. (ant/b1)

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA