Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Cindy Gunawan, Senior GM Marketing Consumer Health Combiphar, saat hadir dalam konferensi pers virtual

Cindy Gunawan, Senior GM Marketing Consumer Health Combiphar, saat hadir dalam konferensi pers virtual "Grand Final Piala Menpora Esports 2020"

INSTO Dukung Pengembangan Esports Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2020 | 00:53 WIB
Fajar Widhiyanto

Jakarta - Melanjutkan kampanye INSTO Dryeyeducation, INSTO menegaskan dukungannya di ajang Piala Menpora Esport 2020 yang diselenggarakan Indonesia Esports Premiere League (ISPL) menjadi official eye drop, per Agustus 2020 kemarin.

Sebelumnya, INSTO juga telah berpartisipasi di Piala Presiden Esport 2020. Sebagai merek yang bertahan selama 30 tahun, INSTO dari Combiphar merasa perlu ambil bagian dalam upaya edukasi kesehatan mata masyarakat Indonesia, khususnya para generasi muda guna mendukung upaya pemerintah mengembangkan generasi muda yang lebih sehat, produktif dan kreatif.

Menurut laporan “Digital 2020: Global Digital Overview” yang dirilis oleh Data Reportal, rata-rata penduduk Indonesia usia 16-64 tahun menghabiskan hampir 8 jam menggunakan internet. Sedangkan terkait game, sekitar 85% orang menggunakan smartphone dan 50% menggunakan komputer/PC. Sementara itu NewZoo Report 2019 mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan jumlah gamers terbanyak ke-12 di dunia, ada setidaknya 62 juta gamers yang mayoritas adalah generasi milenial.

Lamanya menatap layar kaca saat bermain game tentunya akan membuat mata kurang berkedip sehingga meningkatkan risiko terjadinya gejala mata kering. “Oleh karenanya kami ingin membantu mengedukasi mengatasi gejala mata kering yang dialami anak muda penggemar games atau pun para atlet esports Indonesia, agar mereka bisa bermain dan berprestasi dengan kesehatan mata yang tetap terjaga. Sebuah momentum yang tepat melalui ajang Piala Menpora Esports 2020 untuk kami mengedukasi sekaligus mengenalkan gejala mata kering dan cara mengatasinya,” ujar Weitarsa Hendarto, Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar dalam pernyataan yang diterima redaksi (7/10).

Frekuensi berkedip atau blinking rate memiliki peran sangat penting dalam menjaga stabilitas air mata. Menurut Dokter Spesialis Mata Dry Eye Service di RS Mata JEC, Dr Nina Asrini Noor SpM, aktivitas visual di hadapan monitor, baik itu komputer, handphone, atau video display terminal (VDT) dalam intensitas yang tinggi dan durasi yang lama, dapat menurunkan frekuensi berkedip.

Frekuensi berkedip yang normal pada umumnya berkisar antara 12 sampai 15 kali per menit, namun saat melakukan aktivitas visual yang berhadapan dengan layar dapat turun menjadi 5-10 kali per menit. Menurunnya frekuensi berkedip rentan menimbulkan gejala mata kering seperti mata perih atau panas, terasa mengganjal, mudah merah dan berair, terasa lengket, atau gatal.

Jika diabaikan, mata kering dapat menngganggu kualitas penglihatan hingga menimbulkan kerusakan pada permukaan mata. Oleh karena itu, untuk mencegah timbulnya gejala mata kering, gamers atau VDT users lainnya dianjurkan untuk secara aktif berkedip selama mereka sedang beraktivitas di hadapan layar, disertai istirahat dari menatap layar setiap 20 menit.

Sementara itu Giring Ganesha, Ketua Pelaksana Piala Menpora Esports 2020 mengatakan, di tengah kondisi pandemi COVID-19, esports semakin populer dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Kendalanya, bermain game berjam-jam dapat mengakibatkan mata menjadi kering dan tidak nyaman. Padahal dalam kompetisi esports dibutuhkan fokus untuk performa yang baik.

“Terimakasih untuk komitmen INSTO yang terus mendukung para atlet esports Indonesia dapat bermain lebih baik lagi. Para atlet esports harus terus diedukasi bahwa menjaga kesehatan mata juga tak kalah pentingnya dari memenangkan pertandingan,” ujar Giring.

Pada ajang Piala Menpora Esports 2020, setidaknya 15 ribu anak muda dari 3.141 tim bertanding. Piala Menpora Esports 2020 adalah kompetisi berjenjang dan berstruktur yang diikuti berbagai institusi pendidikan mulai dari tingkat SMP hingga universitas dari berbagai daerah di Tanah Air.

Kejuaraan Piala Menpora Esports 2020 dibuka bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-75 tahun pada 17 Agustus 2020 lalu. Setelah melewati berbagai tahap pertandingan, grand final diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2020.

Di babak terakhir, grand final mempertemukan delapan tim terbaik dari empat kloter. Pemenangnya akan meraih gelar juara Piala Menpora Esports 2020. Ajang ini mempertandingkan Mobile Legends: Bang Bang, yang merupakan game dari Moonton dan mengusung genre MOBA. “Menjaga kesehatan, khususnya kesehatan mata bagi para atlet esports, merupakan salah satu cara untuk bisa terus berprestasi. Selamat kepada para pemenang" pungkas Weitarsa.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN