Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Kesalahan Besar Lepas Nathaniel Clyne

Kamis, 7 Februari 2019 | 14:19 WIB

Liverpool memang gagal memetik kemenangan saat menjadi tamu West Ham United dalam pekan Ke-25 Liga Primer di Stadion London, Selasa (5/2) dini hari. Dalam laga itu, mereka ditahan imbang tuan rumah 1-1.

Bagi Liverpool, mereka untuk kali kedua berturut-turut bermain imbang di Liga Primer. Sebelumnya, mereka juga mendapat skor yang sama saat duel melawan Leicester City. Mantan bintang Liverpool, Jamie Carragher mengatakan, mantan klubnya kini mempunyai masalah di lini pertahanan. Terutama di posisi back kanan.

Pada saat Trent Alexander-Arnold cedera, Liverpool tidak memiliki pengganti yang sepadan. Satu-satunya pemain yang layak sebagai pelapis Alexander- Arnold, Nathaniel Clyne malah dipinjamkan ke Bournemouth.

Tak heran dalam dua laga terakhr, manajer Jurgen Klopp malah memasang dua gelandang, Jordan Henderson dan James Milner menggantikan. “Klopp telah melakukan kesalahan besar dengan melepas Nathaniel Clyne. Saya tak mengerti mengapa dia melakukan itu,” ujar Carragher, yang turut membawa Liverpool menjadi juara Liga Champions 2004-2005 seperti dikutip Independent.

Carragher, 41 tahun, menambahkan, Clyne memang sempat beberapa kali cedera. “Tapi, saya kira tidak harus melepas dia,” kata dia.

Sementara itu, mantan bintang Liverpool lainnya, John Barnes, menilai dua hasil imbang yang didapat Liverpool hal yang biasa dalam kompetisi. Sebuah tim, kata Barnes, wajar mengalami naik-turun performa.

“Liverpool memang seperti membuang peluang. Tapi tim-tim lainnya di Liga Primer juga mengalami hal yang sama. Mereka hanya perlu menghilangkan kegugupan dan lebih fokus ke setiap pertandingan,” ujar Barnes, seperti dikutip Sky Sports.

Barnes juga menyebut Liverpool tidak berada dalam tekanan, seperti yang disebut banyak orang. Justru Manchester City, rival utama Liverpool yang disebut Barnes berada dalam tekanan.

Sebab, saat ini, kata Barnes posisi Manchester City berada di bawah Liverpool. Mereka harus bisa terus menang untuk menjaga agar kesempatan itu tidak lenyap. Liverpool, di posisi puncak kini hanya berselisih tiga poin dengan Manchester City.

“Tekanan saya kira lebih banyak dialami Manchester City. Sebab, mereka mencoba mengejar Liverpool. Jika mereka gagal memanfaatkan kesempatan, mereka akan tertinggal semakin jauh,” kata Barnes. (*)

BAGIKAN