Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Erick Thohir. Foto: AFP

Erick Thohir. Foto: AFP

KOI Minta Cabang Olah Raga Fokus Hadapi Olimpiade 2020

B1, Selasa, 28 Mei 2019 | 09:21 WIB

JAKARTA – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir meminta induk cabang olahraga (cabor) untuk fokus menghadapi Olimpiade Tokyo, 24 Juli-9 Agustus 2020. Partisipasi dalam ajang SEA Games 2019 di Filipina hanya sebagai sasaran antara.

“Indonesia harus melihat realitas usai Asian Games 2018. Masyarakat pasti juga mengharapkan prestasi yang lebih baik setelah perhelatan pesta olahraga antarnegara Asia,” kata Erick seperti dilansir Beritasatu.com dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Minggu (26/5).

Tahun lalu di Jakarta dan Palembang, Indonesia finish di posisi keempat dengan raihan 98 medali, yakni 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Indonesia hanya kalah dari negara-negara kuat Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel).

“Di Asian Games 2018, Indonesia juga berada di nomor satu negara Asian Tenggara. Usai Asian Games 2018 level atlet kita sudah naik apalagi sejumlah cabor juga sudah bersiap menuju Olimpiade. Ada beberapa yang mulai lolos. Seperti Lalu Muhammad Zohri yang sudah lolos Olimpiade,” tambah Erick.

Erick mendorong setiap cabang olahraga untuk meloloskan sebanyak mungkin atlet pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. “Ajang Sea Games hanya sasaran antara, sebagai partisipasi saja. KOI juga sepakat dengan usulan pemerintah yang perbanyak atlet muda di SEA Games 2019,” tegas Erick.

Untuk SEA Games 2019, Erick mengatakan, adanya perbaikan prestasi dari hasil yang dicapai di Malaysia pada dua tahun silam sudah menunjukkan prestasi yang bagus.

“Dalam SEA Games kita banyak cabang olahraga yang tidak ada pengurus cabornya. Kalau SEA Games, cabor selalu berubah,” kata Erick.

Sementara itu, untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, menurut Erick, tidak sekadar mempersiapkan sarana, tetapi juga harus siap secara prestasi. IOC juga mengharapkan Indonesia mempersiapkan atlet berprestasi.

“Saat saya mendampingi Wakil Presiden saat berjumpa presiden IOC, Thomas Bach mengungkapkan kita salah satu kandidat kuat. Dia juga meminta prestasi olahraga kita sukses,” kata Erick.

Untuk itu, Erick berharap, cabor banyak menggelar kejuaraan internasional baik untuk persiapan fasilitas maupun prestasi atletnya.

“Atletik, angkat besi kalau bisa menjadi tuan rumah seri kejuaraan dunia. Kita ingin punya mimpi sepakbola masuk semifinal olimpiade. Sepakbola punya potensi karena usia 23 kebawah. Kalau untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, sepakat baru 2038 atau 2042. Jadi masih sangat lama. Kita focus olimpiade dulu,” kata Erick.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN