Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
KONI tolak Wingchun sebagai anggota, karena menjadi bagian Wushu

KONI tolak Wingchun sebagai anggota, karena menjadi bagian Wushu

KONI: Wingchun Tetap di Bawah PB Wushu Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2020 | 11:02 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akhirnya menetapkan organisasi olahraga tradisional wingchun, yang merupakan aliran beladiri kungfu tetap berada di bawah naungan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Keputusan itu diambil setelah sebelumnya induk olahraga nasional Indonesia itu sempat meresmikan Federasi Wushu Indonesia (FWI) sebagai anggota KONI.

Usai penetapan itu, banyak sasana wingchun justru menolak. Sebanyak 10 sasana wingchun DKI menyatakan tetap berada di bawah PBWI.

"Saya mewakili komunitas wingchun Indonesia mengatakan bahwa kami adalah keluarga wushu yang bernaung di PB WI. Dan, kami tidak akan bergabung dengan Federasi Wingchun Indonesia," kata R Ario Bondank, dari perguruan wingchun ACMA Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Rabu (26/8/2020).

KONI tetapkan Wingchun tetap di bawah Wushu.
KONI tetapkan Wingchun tetap di bawah Wushu.

Kisruh berawal dari keinginan salah satu penggagas wingchun Indonesia, Marthin Kusuma yang berupaya mendorong agar olahraga tradisional tersebut menjadi anggota KONI di bawah nauagan FWI.

"Itu hanya ambisi pribadi pak Marthin Kusuma yang selama ini mengklaim dirinya pemilik sah wingchun Indonesia,"  lanjut Ario.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali telah meminta agar wingchun tetap berada di bawah naungan PB WI. Alasannya, PB WI yang berafiliasi pada Federasi Wushu Internasional (IWUF) sudah menjadi anggota KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Wingchun itu kan aliran kungfu tradisional jadi sebaiknya berada di PB WI. Sama halnya dengan aliran yang ada pada cabang olahraga karate yang berada di bawah naungan PB Forki. Kan, tidak mungkin aliran dalam karete diterima menjadi anggota KONI. Begitu juga aliran pencak silat yang sudah berada dalam wadah Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI). Saya minta Wingchun tidak menjadi sebagai anggota. Cukup PB WI saja," tegas Zainudin Amali yang dihubungi melalui telepon selular, Rabu (26/8/2020) malam.

Pada kesempatan yang sama, Menpora juga mengapresiasi PB WI di bawah kepengurusan Airlangga Hartarto yang telah terbukti berprestasi di kancah regional maupun internasional. Ia yakin wingchun akan berkembang dan berprestasi di bawah PB WI.

"Pak Airlangga itu sangat mencintai olahraga wushu. Saya yakin wingchun bisa mengikuti jejak wushu yang telah mencatat prestasi pada SEA Games dan Asian Games dan kejuaraan dunia," tandasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN