Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komunitas Suporter Persis Solo

Komunitas Suporter Persis Solo

Mantan Pemilik Inter Milan Picu Kebangkitan Sepak Bola Nasional

Minggu, 21 Maret 2021 | 16:47 WIB
F Rio Winto

JAKARTA, investor.id – Kehadiran mantan pemilik Inter Milan, Erick Thohir dalam tubuh manajemen PT Persis Solo Saestu (PSS) dapat memicu kebangkitan dunia sepak bola nasional.

Demikian pendapat tiga pengamat sepak bola Tanah Air, Kesit B Handoyo, Hanif Marjuni dan Yosef Tor Tulis saat dihubungi di tempat terpisah, Minggu (21/3/2021).

Informasi manajemen baru terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Umum Luar Biasa (RUPSLB) PSS yang digelar di Hotel Alila, Solo, Sabtu (20/3/2021) pukul 09.00 WIB. Manajemen baru Persis terdiri atas orang-orang penting, mulai dari Kaesang Pangarep, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kevin Nugroho.

Kaesang Pangarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho hadir langsung dalam acara RUPSLB PSS. Mengenai rincian kepemilikan saham PT PSS di antara lain Kaesang mencatat kepemilikan saham sebesar 40%, kemudian Kevin sebanyak 30%. Sementara, Erick Thohir tercatat mempunyai kepemilikan saham sebesar 20%. Sedangkan, 10% saham sisanya merupakan milik dari 26 klub internal Persis.

Pengamat sepak bola Kesit B Handoyo mengaku tidak kaget kalau Erick Thohir ikut memiliki saham di klub sepakbola. Info bahwa dia akan ikut masuk di Persis Solo sudah lama beredar.

"Menurut saya bagus. Erick Thohir mempunyai pengalaman internasional dalam hal mengurus klub sepakbola. Klub raksasa Seri A, Inter Milan adalah buktinya. Selain DC United tentunya. Sebenarnya banyak investor yang berminat berbisnis di klub sepak bola Indonesia. Namun karena iklim bisnis sepak bola Indonesia belum transparan dan pengelolaannya masih terkesan amatir, akhirnya banyak yang enggan," kata Kesit.

Menurut Kesit, semua klub sepak bola di Indonesia akan menuju ke arah perusahaan terbuka. "Tapi belum semua klub mampu mengelola perusahaannya dengan baik. Butuh sosok profesional untuk menangani perusahaan terbuka," jelas dia.

Hal yang sama diungkapkan oleh pengamat sepak bola Hanif Marjuni. Pengalaman Erick Thohir menangani Inter Milan serta DC United, kata Kesit, bisa ditularkan ke Persis Solo.

"Banyak inovasi yang dilakukan Erick Thohir selama menangani sepak bola di dua klub tersebut.  Artinya, pengalaman dan perhitungan matang dalam banyak aspek pengelolaan di klub profesional, setidaknya akan ditularkan ke Persis terlebih dulu. Dalam jangka panjang, hal itu akan memengaruhi klub klub lain," ujar Hanif.

Hanif optimistis iklim sepak bola di Tanah Air  membaik sehingga akan semakin banyak klub menuju perusahaan terbuka. "Tergantung ekosistemnya. Jika dalam 2-3 tahun ke depan, ada yang menjanjikan, misalnya semakin banyak klub Indonesia yang go public. Hal itu sangat mungkin terjadi," kata Hanif.

Investor Elemen Kunci

Dalam kesempatan terpisah, pengamat sepak bola, Yosef Tor Tulis mengatakan, investor dalam industri olahraga, termasuk sepak bola, adalah salah satu elemen kunci yang menentukan eksistensi dan level mutu industri olahraga itu sendiri. “Namun, yang tidak kalah penting adalah komitmen investor dalam menaikkan level dan prestasi klub. Elemen klub yang lain sebagai stakeholder, terutama suporter, tentu sangat mengharapkan investor yang memiliki ambisi besar dan komitmen kuat untuk membawa klub ke level prestasi tinggi. Klub besar di Indonesia seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema, Bali United, PSM, Madura United adalah contoh beberapa klub yang ditopang oleh investor yang kuat dan ambisius,” tutur Yosef.

Fenomena investor yang tertarik masuk ke Persis Solo, kata Yosef, menjadi menarik dan penting. Artinya, klub-klub liga 2 pun kini diminati para investor.

“Investor sejatinya mengikuti hukum pasar. Investor melihat nilai pasar (market value) sepakbola Indonesia, Liga 1 maupun 2, cukup menjanjikan keutungan sehingga mereka berani masuk menanam modal di klub sepakbola. Dalam kaitan ini, investor seperti Kaesang Pangarep, Kevin Nugroho, Erick Thohir masuk ke klub Persis Solo adalah kabar baik bagi industri olahraga sepak bola nasional,” kata Yosef.

Sosok Erick Thohir yang pernah menguasai saham Inter Milan dan memiliki DC United, kata Yosef, membawa dampak luas bagi kemajuan industri olahraga Indonesia. Bukan hanya buat Persis Solo tapi juga buat iklim investasi dalam industri olahraga. Sebab, ada trust yang meningkat dengan hadirnya Erick Thohir di belakang Persis Solo.

“Mungkin saja ada pihak yang melihat kehadiran Kaesang dan Erick Thohir di Persis Solo lebih karena faktor non-sepakbola. Sah-sah saja orang berpandangan seperti itu dalam era demokrasi. Saya melihat kehadiran dua tokoh pengusaha sukses beda generasi ini sebagai sebuah era baru dalam membesarkan industri sepak bola di Tanah Air. Kita harus memandangnya tetap dalam kacamata bisnis, perspektif industri olahraga. Kisah sukses pengusaha muda seperti Kaesang dan pengusaha kondang di olahraga sekelas Erick Thohir adalah garansi tak ternilai bagi Persis Solo, juga bagi industri sepak bola nasional,” jelas Yosef.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN