Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Menpora Diharapkan Segera Tuntaskan KONI-KOI

Jumat, 27 Desember 2013 | 08:08 WIB
Anis Rifatul Ummah

JAKARTA-Pengamat olahraga dari POINT Indonesia Karel Susatyo minta kepada Menpora Roy Suryo untuk segera menuntaskan permasalahan dualisme lembaga keolahragan, KONI dan KOI, demi peningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Kamis, menyusul terpuruknya prestasi olahraga Indonesia pada SEA Games 2013 Myanmar yang hanya finis di urutan keempat padahal target awal mempertahankan predikat juara umum dan minimal masuk urutan ketiga.

"Sudah saatnya konflik serius antara KOI dan KONI diselesaikan. Menpora harus tegas dan jangan pertaruhkan kebanggaan bangsa dan prestasi atlet hanya untuk memenangkan kepentingan segelintir orang," kata Karel Susatyo seperti dikutip Antara.

Menurut dia, hasil SEA Games 2013 di Myanmar memang belum sesuai dengan harapan. Namun, hasil tersebut jangan dijadikan sebagai ajang untuk saling menyalahkan antara pemerintah dalam hal ini Kemenpora, KONI maupun KOI.

Hasil pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu, kata dia, harus dijadikan momen kebangkitan olahraga Indonesia. Selain itu juga dijadikan momen untuk melakukan perbaikan.

"Semua pihak memang harus bertanggung jawab atas kegagalan prestasi kita di Sea Games. Tentu secara proporsional sesuai dengan kewenangan yang ada pada diri masing-masing. Mulai dari Kemenpora, KONI, KOI dan Organisasi Induk Olahraga punya peran dan sumbangan atas kegagalan itu," katanya menambahkan.

Karel menjelaskan, tanggung jawab yang harus dipikul semua pihak berbeda porsinya. Untuk Kemenpora bertanggungjawab secara politik dan harus dipertanggungjawabkan di depan parlemen.

Begitu juga dengan KONI dan KOI. Kedua lembaga ini tidak boleh lepas tangan. Kegagalan Indonesia pada SEA Games 2013 harus dijadikan cambuk agar ke depan lebih lebih.

"Tak ada prestasi maka tak ada pula kebanggaan terhadap negeri ini. Apalagi hasil buruk ini didapat setelah kita berhasil menjadi juara umum di Sea Games 2011," ucapnya, menegaskan.

Menpora Roy Suryo sebelumnya menyatakan akan menggabungkan dua lembaga keolahragaan yaitu KONI dan KOI sehubungan dengan hasil kurang memuaskan SEA Games 2013.

"Saya seratus persen setuju dengan pendapat yang ada (penggabungan KONI dan KOI). Ini adalah pendapat tulus dari masyarakat demi kemajuan olahraga," ujarnya.

Menurut dia, sesuai dengan rencana pihaknya akan mempertemukan Ketua KOI Rita Subowo dengan Ketua Umum KONI Tono Suratman, 1 Januari 2014. Pihaknya berharap kedua belah pihak bisa hadir untuk duduk bersama guna memecahkan permasalahan yang ada.

Meski ada rencana penggabungan kedua lembaga tersebut, namun upaya yang dilakukan harus terhalang dengan aturan. Pemisahan antara KOI dan KONI merupakan amanah dari UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).(*/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN