Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemain bulu tangkis nomor satu dunia asal Jepang Kento Momota saat mengikuti kompetisi di pertandingan semifinal tunggal putra pada ajang All-Japan National Championships di Tokyo pada 26 Desember 2020. Momota dilaporkan positif Covid-19 pada 3 Januari 2021. ( Foto: STR / Jiji Press / JAPAN POOL / AFP )

Pemain bulu tangkis nomor satu dunia asal Jepang Kento Momota saat mengikuti kompetisi di pertandingan semifinal tunggal putra pada ajang All-Japan National Championships di Tokyo pada 26 Desember 2020. Momota dilaporkan positif Covid-19 pada 3 Januari 2021. ( Foto: STR / Jiji Press / JAPAN POOL / AFP )

Momota Positif Covid-19, Tim Badminton Jepang Batal ke Thailand Open

Senin, 4 Januari 2021 | 07:44 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

TOKYO, investor.id – Pemain bulu tangkis nomor satu dunia, Kento Momota dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (3/1). Diagnosis tersebut mendorong penarikan semua tim pemain badminton Jepang dari ajang Thailand Terbuka atau Thailand Open yang berlangsung bulan ini di Bangkok. Demikian disampaikan Asosiasi Bulu Tangkis Jepang (Japan's Badminton Association).

Thailand Terbuka yang dijadwalkan ulang itu merupakan satu dari tiga turnamen yang berlangsung di Thailand pada bulan ini, menyusul adanya gangguan jadwal tur dunia bulu tangkis tahun lalu.

“Momota dinyatakan positif mengidap virus corona, dan asosiasi telah memutuskan untuk tidak mengirim pemain mana pun, termasuk Momota, ke Thailand,” ujar pejabat asosiasi kepada AFP.

Lembaga penyiaran nasional NHK melaporkan, bahwa Momota (26 tahun) dinyatakan positif saat melakukan tes di bandara Narita menjelang keberangkatan tim Jepang ke Thailand.

Seorang pejabat asosiasi menyatakan, bahwa 22 pemain Jepang lainnya tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19. Meski begitu, dia memutuskan bahwa seluruh tim akan tetap mundur.

Terkait kabar diagnosis kesehatannya, Momota terlihat tidak memberikan komentar di akun media sosialnya.

Padahal dalam pertandingan Thailand Terbuka, Momota berencana melakukan penampilan comeback internasionalnya di Bangkok, setelah hampir satu tahun absen usai mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya mengalami cedera serius.

Sebagai informasi, Momota memenangkan kejuaraan All-Japan pada pekan lalu dalam kompetisi pertamanya sejak kecelakaan yang dialami Januari tahun lalu. Pada insiden ini, kendaraan yang membawa Momota ke bandara usai memenangkan kejuaraan Malaysia Masters mengalami kecelakaan dan menewaskan sang pengemudi.

Momota pun khawatir karirnya akan berakhir setelah rongga matanya patah dalam kecelakaan itu. Dia juga mengakui, semangatnya hampir hancur pasca menjalani operasi.

Momota akhirnya bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan petenis peringkat 11 dunia, Kanta Tsuneyama di final kejuaraan All-Japan pekan lalu di Tokyo, dan memberinya gelar nasional ketiganya secara beruntun.

Dia merupakan salah satu harapan paling cemerlang Jepang untuk meraih medali emas di kandang sendiri pada Olimpiade Tokyo, yang pelaksanaannya pada tahun ini tertunda akibat virus corona.

Diagnosis Covid-19 yang dialami Momota terjadi di saat Pemerintah Jepang tengah memerangi gelombang ketiga infeksi yang telah mencatatkan penambahan jumlah kasus di ibu kota dan seluruh negeri.

Pada Sabtu (2/1), Gubernur Tokyo Yuriko Koike dan tiga daerah sekitarnya meminta pemerintah pusat untuk mengumumkan keadaan darurat di daerah mereka seiring peningkatan jumlah kasus.

Lonjakan kasus infeksi terjadi menjelang pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang tinggal enam bulan lagi. Pelaksanaan kembali Olimpiade musim panas yang sempat tertunda itu membelah opini publik Jepang, antara mendukung penundaan lebih lanjut dan pembatalan langsung. Tetapi pemerintah dan panitia penyelenggara Jepang bersikeras acara tersebut dapat dilanjutkan, dan telah menyusun tindakan pencegahan virus corona yang luas.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN