Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: IST

Menparekraf Sandiaga Uno. Foto: IST

November, World Superbike Indonesia Grand Prix Terapkan Prokes Ketat

Rabu, 2 Juni 2021 | 18:51 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penyelenggaraan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix, pada November 2021 akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

World Superbike adalah ajang bergengsi yang merupakan sesi pendahuluan sebelum MotoGP.

“Selain melibatkan 24 pembalap mancanegara, diperkirakan ada 20 ribu penonton per hari yang berpotensi untuk menyaksikan ajang World Superbike ini dan antusiasme tinggi tersebut akan diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Menparekraf saat memberikan keterangan pers bersama Menpora Zainuddin Amali di Kantor Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (2/6/2021).

Ia mengatakan dalam rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden Jokowi secara khusus mengingatkan tentang sejumlah hal yang harus dipatuhi pada penyelenggaraan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix.

"Tadi, arahan Bapak Presiden bahwa walaupun antusiasme yang tinggi dari masyarakat,namun penyelenggaraan harus menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan disiplin, baik bagi para atlet, maupun ofisial kru, dan juga para penonton," kata Menparekraf.

Menparekraf menjelaskan, nantinya para atlet yang akan berlaga diharapkan hadir lima hari sebelum latihan dengan status sudah divaksin oleh enam vaksin yang sudah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, sebelum keberangkatan mereka juga akan diminta untuk melakukan tes PCR. Setelah kedatangan, para atlet akan terus secara rutin dilakukan pengetesan PCR selama dikarantina.

"Dengan konsep bubble, kita harapkan ini menjadi event internasional yang membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia dapat menyelenggarakan event besar olahraga berskala internasional dengan mengacu kepada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," jelasnya.

Tak hanya untuk para atlet, sistem bubble  juga akan diterapkan bagi para penonton melalui pengetesan berjenjang serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Adapun terkait kapasitas penonton, Sandiaga menyebut akan diputuskan pada saat menjelang penyelenggaraan ajang tersebut.

"Keputusannya apakah dari kapasitas penonton yang 20 ribu per hari itu adalah 10, 20, atau 30% nanti akan ditentukan pada saat terakhir dan penonton juga akan dilakukan sistem bubble melalui testing berjenjang dan diharapkan juga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," paparnya.

Ia berharap, dua ajang olahraga internasional yang akan diselenggarakan yakni FIBA Asia Cup dan World Superbike 2021 Indonesia Grand Prix akan mampu membangkitkan semangat dan menunjukkan bahwa Indonesia siap menggelar ajang kelas dunia di tengah pandemi Covid-19.

"Covid-19 memaksa kita beradaptasi dan ini kita lakukan dengan penuh konsekuensi secara totalitas untuk memastikan pengendalian dari Covid-19. Terakhir, kita harapkan ini bisa menggeliatkan kembali baik perekonomian maupun pariwisata dalam bingkai pengendalian Covid-19," katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN