Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
INSTO mendukung Piala Presiden E-Sport 2020 yang diselenggarakan oleh lESPL, sebagai lanjutan dari kampanye lNSTO Dry Eyeducation yang dimulai sejak 2019.

INSTO mendukung Piala Presiden E-Sport 2020 yang diselenggarakan oleh lESPL, sebagai lanjutan dari kampanye lNSTO Dry Eyeducation yang dimulai sejak 2019.

Para Gamers Berisiko Alami Mata Kering

Indah Handayani, Rabu, 29 Januari 2020 | 18:07 WIB

JAKARTA, investor.id - Para gamers berisiko mengalami mata kering atau suatu kondisi saat produksi air mata tidak mampu melumasi mata secara memadai. Alhasil, mata tidak dapat membasuh debu atau benda asing yang mengganggu mata. Beberapa faktor penyebab termasuk kebiasaan mengakses gawai dalam waktu lama yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk gamers, dapat memicu permasalahan mata kering.

Terlebih berdasarkan data Nielsen Consumer Media View, Oktober 2019, kebanyakan gamers menghabiskan waktu hingga 7 jam per hari, dan 87% diantaranya menggunakan smartphone.

Weitarsa Hendarto, Senior Vice President Marketing & International Operations Combiphar, menjelaskan para gamers biasanya fokus menatap layar sehingga suka kurang berkedip. Ini salah satu penyebab gejala mata kering. Untuk itu, pihaknya melalui brand Insto ingin meningkatkan kesadaran atas gejala mata kering, seperti kondisi mata sepet, pegal dan perih.

"Kami percaya bila para gamers, terutama atlet e-sport, sadar akan kondisi ini dan soiusi mengatasi mata kering, bisa membantu mereka bermain lebih sehat dan berprestasi untuk Indonesia,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/1).

Para gamers berisiko mata kering yang mungkin dialami akibat fokus menatap layar.
Para gamers berisiko mata kering yang mungkin dialami akibat fokus menatap layar.

Dr Nina Asrini Noor SpM, Dokter Spesialis Mata, Dry Eye Service RS Mata JEC, menjelaskan para gamers membutuhkan konsentrasi penuh pada mata mereka untuk menatap layar komputer atau smartphone. Hal itu sangat memungkinkan mereka mengalami mata kering atau gangguan air mata. Proses berkedip atau blinking rate sangat penting untuk menjaga kelembapan mata. Aktivitas dengan atensi visual atau fokus tinggi dalam durasi waktu lama, seperti menatap monitor atau gawai, dapat menjadi faktor penyebab mata kering.

Menurut dr Nina, hal itu karena pada saat sedang fokus, frekuensi berkedip berkurang, sehingga air mata terganggu dan timbul gejala seperti mengganjal, mudah merah berulang, berair, terasa kering, sensasi berpasir, ada kotoran mata, terasa lengket, rasa gatal yang memicu untuk mengucek mata.

"Mengemudikan kendaraan juga termasuk kegiatan dengan atensi visual tinggi, yang juga dapat menimbulkan mata lelah atau kering," tambahnya.

Melihat hal itu, Weitarsa menambahkan pihaknya mendukung Piala Presiden E-Sport 2020 yang diselenggarakan oleh lESPL, sebagai lanjutan dari kampanye lNSTO Dry Eyeducation yang dimulai sejak 2019.

Edukasi dan dukungan kepada para gamers diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia, khususnya para gamers untuk mengenali gejala-gejala mata kering yang mungkin dialami akibat fokus menatap layar.

Sementara itu, mantan vokalis group band Nidji yang sekarang menekuni dunia games, Giring Ganesha mengungkapkan di Indonesia ada 43 juta gamers pada 2017 dan diprediksi pada 2020 akan mencapai lebih dari 50 ribu. Sebagai gamers, Giring mengaku memang punya kebiasaan fokus main games dan menatap layar, yang memungkinkan gamers mengalami mata kering dan bisa berujung mengurangi kenyamanan nge-game.

"Para atlet e-sport kita juga harus terus di sosialisasikan bahwa di pertandingan, mata mereka adalah instrumen kemenangan sesungguhnya, maka kesehatan mata harus diutamakan,” tutup Giring yang juga menjabat Ketua Penyelenggara, Piala Presiden E-sports 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA