Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BNI. Foto: IST

Bank BNI. Foto: IST

Strategi BNI Pulihkan Kinerja Mulai Tunjukkan Hasil

Senin, 23 Agustus 2021 | 22:25 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Strategi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI untuk memulihkan kinerja di tengah pandemi Covid-19 mulai menunjukkan hasil yang baik sepanjang semester I-2021. Hal ini bisa menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga saham perseroan hingga akhir tahun ini.

Sementara itu, penerbitan perpetual bond tahun ini dan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada 2022 akan menguatkan mesin pertumbuhan baru BNI dalam jangka panjang.

Meski demikian, berlanjutnya pandemi Covid-19 tetap menjadi tantangan dalam menggenjot kredit tahun ini. Pada semester I-2021, BNI mencetak kenaikan pendapatan bunga menjadi Rp 19,32 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 17,79 triliun.

Begitu juga dengan laba operasional sebelum provisi (PPOP) naik menjadi Rp 16,13 triliun dari Rp 13,37 triliun. Laba bersih meningkat menjadi Rp 5,02 triliun dari Rp 4,45 triliun.

Gedung BNI di Jakarta
Gedung BNI di Jakarta

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan BNI pada semester I-2021 telah melampaui estimasi. Hal ini didukung oleh realisasi belanja operasional (opex) yang lebih rendah dari perkiraan. Penguatan tersebut juga didukung oleh penurunan biaya kredit yang lebih rendah dari estimasi.

BNI juga menunjukkan sejumlah perbaikan, antara lain margin bunga bersih (net interest margin/ NIM) naik menjadi 4,8%, pertumbuhan kredit mencapai 4,5%, belanja operasional hanya tumbuh 3,8%, biaya dana (cost of finance/CoF) turun sekitar 120 basis poin menjadi 1,7%, dan biaya kredit (credit cost) hanya 339 basis poin.

“Melihat kinerja keuanganBNI yang bertumbuh lebih baik tersebut memperkuat keyakinan bahwa strategi untuk fokus pada penguatan segmen pasar dengan risiko rendah tetap menjadi pilihan perseroan dalam penyaluran kredit korporasi, KUR, dan payroll,” tulis Eka dalam risetnya.

Selain sejumlah indicator yang terus membaik hingga Juni 2021, Eka juga menyebutkan, apabila perpetual bond diterbitkan pada tahun ini, BNI akan mendapatkan tambahan modal baru senilai Rp 7 triliun yang bakal mengerek CAR perseroan sebesar 100 bps menjadi 18% pada Desember 2021.

harga saham BBNI dalam satu dekade terakhir
harga saham BBNI dalam satu dekade terakhir

Dari sisi kualitas aset, perseroan menunjukkan perbaikan yang didukung oleh keberhasilan manajemen dalam memantau secara ketat restrukturisasi kredit. Hingga Juni 2021, perseroan mencatatkan total kredit  yang direstrukturisasi sebesar Rp 81,8 triliun dengan total restrukturisasi kredit korporasi mencapai Rp 6,7 triliun.

Adapun biaya kredit perseroan diperkirakan terus turun dengan asumsi credit cost mencapai 360 bps.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga dipertahankan Rp 8.000. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2021 sekitar 1,3 kali, mengasumsikan perkiraan CoE sekitar 9,5%, dan ROAE sekitar 11,4%.

Tahun ini, laba bersih BNI diproyeksikan naik menjadi Rp 7,08 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 3,28 triliun. Begitu juga dengan laba operasional sebelum provisi (PPOP) yang diproyeksikan naik menjadi Rp 30,83 triliun dari Rp 27,82 triliun.

Kinerja keuangan Bank Negara Indonesia
Kinerja keuangan Bank Negara Indonesia

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas Jessen Soekamto juga mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan BNI hingga akhir Juni 2021 sudah sesuai dengan perkiraan. Meski demikian, perseroan masih menghadapi lemahnya permintaan kredit pada paruh kedua tahun ini.

Sedangkan total kredit yang direstrukturisasi akibat pandemi Covid-19 lmeanjutkan penurunan menjadi Rp 81,8 triliun atau setara dengan 14,4% dari total kredit yang disalurkan perseroan.

Sebaliknya, kredit korporasi yang direstrukturisasi meningkat menjadi Rp 29,2 triliun yang sebagian besar berasal dari perusahaan konstruksi.

Di tengah tantangan rendahnya permintaan kredit akibat berlanjutnya pandemi Covid-19, Sinarmas Sekuritas memilih untuk merevisi turun target pertumbuhan kredit BNI tahun ini dari 6-9% menjadi 5-7%. Sedangkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perseroan direvisi naik dari perkiraan 4,6-4,8% menjadi 4,7- 4,9% tahun ini.

“Kami menaikkan target NIM BNI tahun ini setelah memfaktorkan penurunan bunga simpanan sekitar 10 bps dan kompetitifnya bunga kredit pada paruh kedua 2021,” tulis Jessen dalam risetnya.

Salah satu kantor BNI. Investor Daily/DEFRIZAL
Salah satu kantor BNI. Investor Daily/DEFRIZAL

Sebab itu, Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 7.550. BBNI menjadi pilihan karena didukung oleh perbaikan kualitas kredit, progress restrukturisasi kredit yang baik, dan valuasi yang masih murah.

Adapun laba bersih BNI tahunini diproyeksikan naik menjadi Rp 9,1 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 3,3 triliun. PPOP juga diprediksi meningkat dari Rp 27,8 triliun menjadi Rp 33,3 triliun. Pendapatan bunga bersih diharapkan bertumbuh dari Rp 37,2 triliun menjadi Rp 43,3 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN