Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kebun sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Lompatan Kinerja Lonsum

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Berlanjutnya kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) memperkuat keyakinan bahwa kinerja keuangan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum tahun ini bakal melampaui target. Apalagi, realisasi pertumbuhan laba bersih pada semester I-2021 jauh di atas ekspektasi. 

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritasuntuk merevisi naik target kinerja keuangan Lonsum. Target laba bersih tahun ini dinaikkan dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,18 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan pendapatan dinaikkan dariRp 4,6 triliun menjadi Rp 4,87 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengungkapkan, Lonsum membukukan lonjakan laba bersih sepanjang semester I-2021 yang didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual dan stabilnya volume penjualan CPO perseroan.

Laba bersih Lonsum melesat hingga 445,8% dari Rp 92 miliar menjadi Rp 501 miliar. Lonjakan tersebut ditopang oleh peningkatan margin keuntungan setelah terjadi penguatan harga. Sedangkan pendapatan perseroan bertumbuh dari Rp 1,56 triliun menjadi Rp 2,17 triliun.

“Realisasi laba tersebut telah melampaui perkiraan kami dan konsensus analis. Sedangkan perolehan pendapatan perseroan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi kami dan konsensus analis,” tulis Andreas dalam risetnya.

Harga saham LSIP dalam satu dekade terhakhir
Harga saham LSIP dalam satu dekade terhakhir

Dia juga merevisi naik proyeksi rata-rata harga jual CPO dunia dan Lonsum untuk dua tahun mendatang. Selain faktor kenaikan harga, revisi naik proyeksi kinerja keuangan perseroan didukung oleh pulihnya produksi tandan buah segar (TBS), seiring keberhasilanmenaikkan produksi TBS sebesar 1% pada semester I-2021.

“Kami memperkirakan volume panen TBS perseroan pada paruh kedua tahun ini akan jauh lebih baik, seiring melemahnya efek La Nina terhadap perkebunan sawit perseroan. Sedangkan peluang kenaikan harga CPO ditopang oleh pemangkasan produksi soya di Amerika Serikat,” terangnya.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik rata-rata harga jual CPO tahun ini dari 3.400 ringgit Malaysia per ton menjadi 3.600 ringgit Malaysia per ton. Sedangkan perkiraan  rata-rata harga jual CPO Lonsum direvisi naik dari Rp 9.631 per kilogram (kg) menjadi Rp 10.224 per kg.

Hal ini diharapkan membuat margin keuntungan bersih disesuaikandari perkiraan semula 21,8% menjadi 24,3%. Revisi naik target kinerja keuangan perseroan juga dilakukan untuk tahun buku 2022 dengan estimasi laba bersih dinaikkan dari Rp 924 miliar menjadi Rp 1,08 triliun.  Proyeksi pendapatan dinaikkan dari Rp 4,51 triliun menjadi Rp 4,75 triliun.

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). Foto: Laporan tahunan.
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum). Foto: Laporan tahunan.

Adapun perkiraan harga CPO dunia tahun 2022 direvisi naik dari 3.000 ringgit Malaysia per ton menjadi 3.200 ringgit Malaysia per ton. Begitu juga dengan perkiraan rata-rata harga jual CPO perseroan direvisi naik dari Rp 9.244 per kg menjadi Rp 9.748 per kg.

Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target harga saham LSIP dari Rp 1.900 menjadi Rp 2.000. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2022 sekitar 7,3 kali. Target harga tersebut juga didukung oleh kuatnya posisi kas internal perseroan.

Kinerja Keuangan Lonsum
Kinerja Keuangan Lonsum

Sebelumnya, Presiden Direktur Lonsum Benny Tjoeng mengatakan, lonjakan laba bersih perseroan pada semester I-2021 sejalan dengan pertumbuhan penjualan perseroan sebesar 39% menjadi Rp 2,17 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,56 triliun.

Hal tersebut ditopang oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual ratarata (ASP) produk sawit. ASP CPO dan PK naik masing-masing sebesar 25% year on year (yoy) dan 56% yoy.

Menurut dia, Lonsum meraih kinerja keuangan yang kuat pada semester I-2021, terutama didukung kenaikan volume penjualan dan harga jual ratarata produk kelapa sawit.

“Selain itu, didukung oleh upaya dalam pengendalian biaya dan efisiensi,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN