Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternakan ayam. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Peternakan ayam. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tantangan Baru Malindo Feedmill

Kamis, 26 Agustus 2021 | 12:34 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) tengah menghadapi penurunan margin keuntungan, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan baku pakan ternak bersamaan dengan penurunan harga jual anak ayam usia sehari (day old chicken/ DOC). Meski demikian, perseroan masih memiliki peluang untuk mencapai target kinerja keuangan tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, peningkatan harga bahan baku produksi pakan ternak telah menjadi tantangan baru perseroan. Kenaikan tersebut telah memicu penurunan margin keuntungan bisnis pakan ternak dari 4,7% pada kuartal I-2021 menjadi 2,7% pada kuartal II-2021.

Tantangan baru tersebut menjadikan laba bersih perseroan hanya naik menjadi Rp 129 miliar pada semester I-2021 dibandingkan rugi bersih periode sama tahun lalu Rp 35 miliar. Pencapaian laba tersebut masih di bawah ekspektasi. Begitu juga dengan pendapatan perseroan tumbuh 43% dari Rp 3,19 triliun menjadi Rp 4,57 triliun.

“Realisasi laba bersih perseroan tersebut setara dengan 46% dari target yang kami tetapkan atau berada di bawah ekspektasi. Sedangkan berdasarkan konsensus analis merefleksikan 58% dari target.

Harga saham MAIN dalam satu dekade terakhir
Harga saham MAIN dalam satu dekade terakhir

Adapun pendapatan perseroan mencerminkan 54% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 56% dari konsensus analis,” tulis Victor dalam risetnya.

Selain faktor tersebut, Malindo tengah menghadapi kecenderungan penurunan rata-rata harga jual DOC. Perseroan juga menghadapi tren kenaikan belanja operasional. Hal ini tercermin dari penurunan kinerja keuangan perseroan pada kuartal II-2021 dibandingkan kuartal I-2021.

“Dengan tantangan baru peningkatan bahan baku bersamaan dengan penurunan harga jual DOC, kami merevisi turun target pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar 10% tahun ini. Begitu juga dengan perkiraan EBITDA dipangkas sekitar 6% dari perkiraan semula,” jelas dia.

Dengan perubahan asumsi  tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memangkas target harga saham MAIN dari Rp1.000 menjadi Rp 900 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

“Meski demikian, kami menilai bahwa harga saham MAIN saat ini sudah cukup atraktif untuk dibeli karena didukung stabilnya harga jual ayam pedaging dan ekspektasi membaiknya harga jual DOC pada semester II tahun ini,” sebut Victor.

Dia memproyeksikan kenaikan laba bersih Malindo menjadi Rp 201 miliar tahun ini dibandingkan rugi bersih tahun lalu Rp 39 miliar. Begitu juga dengan pendapatan perseroan diperkirakan meningkatmenjadi Rp 8,41 triliun pada 2021 dibandingkan raihan tahun 2020 senilai Rp 7 triliun.

Kinerja keuangan Malindo Feedmill
Kinerja keuangan Malindo Feedmill

Pandangan berbeda diungkapkan oleh analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A Fauni. Menurut dia, laba bersih Malindo tersebut setara dengan 49% dari target Mirae dan 58% dari konsensus analis. Penopang pertumbuhan kinerja berasal dari kenaikan rata-rata harga jual daging ayam. Sedangkan bisnis pakan ternak dan makanan olahan justru mengalami penurunan pada kuartal II tahun 2021.

Mengenai prospek kinerja perseroan pada paruh kedua 2021, dia memprediksi tetap dapat mencapai target kinerja keuangan yang telah ditetapkan, meskipun perseroan menghadapi tantangan baru.

“Kami melihat perlambatan kenaikan laba bersih dari penjualan DOC, seiring mulai normalnya harga jual DOC pada kuartal III-2021, seiring dengan penurunan permintaan daging ayam. Sedangkan kuartal IV-2021, kinerja keuangan perseroan diproyeksikan kembali pulih dengan naik signifikan didukung relaksasi PPKM dan berjalannya vaksinasi,” tulis Emma dalam risetnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham MAIN dengan target harga Rp 1.350. Target tersebut merefleksikan perkiraan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 261 miliar pada 2021 dibandingkan rugi bersih tahun lalu Rp 39 miliar.

Pendapatan juga diprediksi meningkat dari Rp 7 triliun menjadi Rp 7,98 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN