Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Salah satu proyek Adhi Karya. Foto: BeritaSatu Photo/Ruht Semiono

Mencermati Peningkatan Utang Adhi Karya

Jumat, 27 Agustus 2021 | 09:19 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester I-2021, meski peningkatan tersebut masih jauh dari ekspektasi sejumlah analis. Apalagi, perseroan menunjukkan peningkatan utang yang bisa menekan tingkat profitabilitas ke depannya.

Sedangkan katalis positif terhadap pergerakan harga saham dan kinerja keuangan Adhi Karya akan datang dari Indonesia Investment Authority (INA). Perseroan juga bakal mendapat dukungan positif dari penambahan modal melalui penerbitan saham baru (rights issue), dengan target suntikan dari pemerintah Rp 2 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, peningkatan beban utang menjadi tantangan baru Adhi Karya. Berdasarkan data, DER perseroan meningkat menjadi 1,96 kali hingga Juni 2021.

Sedangkan realisasi kinerja keuangan perseroan hingga akhir Juni masih belum sesuai harapan. Adhi mencatatkan peningkatan total utang menjadi Rp 11 triliun hingga akhir Juni 2021 dibandingkan akhir Desember 2020 yang mencapai Rp 9,8 triliun.

Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah
Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah

Peningkatan tersebut berimbas terhadap kenaikan DER perseroan menjadi 1,96 kali dibandingkan akhir tahun lalu yang masih sebesar 1,75 kali.

Begitu juga dengan arus kas dari operasional hingga Juni 2021 yang mencatatkan penurunan hingga menjadi negatif Rp 2,7 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang negatif Rp 1,9 triliun.

Peningkatan DER bersamaan dengan penurunan pendapatan menjadikan pertumbuhan laba bersih perseroan hingga Juni 2021 mengalami perlambatan.

Alhasil, realisasi tersebut berada di bawah perkiraan sejumlah analis. Adhi membukukan peningkatan laba bersih sebesar 19,9% menjadi Rp 8 triliun hingga semester I-2021.

Harga saham ADHI dalam satu dekade terakhir
Harga saham ADHI dalam satu dekade terakhir

Sedangkan pendapatan perseroan turun hingga 19,6% menjadi Rp 4,44 triliun hingga Juni 2021.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memangkas proyeksi kinerja keuangan Adhi tahun 2021-2022. Perkiraan laba bersih perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 433 miliar menjadi Rp 167 miliar.

Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 13,99  triliun menjadi Rp 11,05 triliun. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing Rp 19,7 triliun dan Rp 24 miliar.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih Adhi tahun 2022 direvisi turun dari Rp 648 miliar menjadi Rp 167 miliar.

Kinerja keuangan Adhi Karya
Kinerja keuangan Adhi Karya

Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 17,4 triliun dari perkiraan semula Rp 14,54 triliun.

Revisi target kinerja keuangan tersebut juga mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk memangkas target harga saham ADHI menjadi Rp 1.000 dibandingkan perkiraan semula Rp 1.600, dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Pandangan senada juga diungkapkan oleh analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael. Dalam risetnya, dia menyebutkan bahwa realisasi kinerja keuangan Adhi Karya pada semester I-2021 berada di bawah perkiraan. Pencapaian laba bersih hanya merefleksikan 6% dari target Mirae dan 3% dari consensus analis.

Realisasi kinerja keuangan yang lebih rendah dibandingkan ekspektasi mendorong Mirae untuk memangkas target kinerja keuangan Adhi Karya tahun 2021-2022. Perkiraan pendapatan perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 13,29 triliun menjadi Rp 11,96 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih dipangkas dari Rp 142 miliar menjadi Rp 84 miliar. Mirae juga merevisi turun target kinerja keuangan Adhi tahun 2022. Perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 14,96 triliun menjadi Rp 13,43 triliun.

Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO
Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih dipangkas dari Rp 412 miliar menjadi Rp 265 miliar.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk memangkas target harga saham ADHI dari Rp 1.250 menjadi Rp 1.150, dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PB tahun ini sekitar 0,7 kali.

Sebelumnya, Adhi Karya telah menerima realisasi pembayaran kedelapan senilai Rp 520,5 miliar dari pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) terkait pekerjaan proyek LRT Jabodebek Fase I. Pembayaran tersebut didasarkan progres pekerjaan proyek tersebut periode Juli sampai  September 2020.

Penerimaan itu menjadikan total dana yang telah diterima Adhi Karya dari pembangunan prasarana LRT Jabodebek telah mencapai Rp 13,8 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN