Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu cabang Bank Mandiri. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Salah satu cabang Bank Mandiri. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Kinerja Bank Mandiri Melampaui Perkiraan

Jumat, 27 Agustus 2021 | 16:00 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menunjukkan pemulihan yang tampak pada realisasi kinerja keuangan pada semester I-2021. Penguatan kinerja dan perbaikan kualitas aset perseroan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan Bank Mandiri hingga akhir Juni 2021 telah melampaui perkiraan. Pertumbuhan laba bersih sebesar 21,5% didukung oleh keberhasilan perseroan dalam mengelola bunga deposito berjangka, sehingga margin keuntungan bersih (NIM) bisa mencapai 5% di tengah penurunan kualitas aset di seluruh segmen.

Pada semester I-2021, Bank Mandiri berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 21,5% menjadi Rp 12,5 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 10,29 triliun.

Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan PPOP perseroan sebesar 20% dari Rp 24,18 triliun menjadi Rp 29,01 triliun.

“Dengan pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2021, kami memperkirakan NPL kotor Bank Mandiri akan mencapai 2,8% tahun ini. Target tersebut juga didukung oleh solidnya tim manajemen risikodalam pemantauan kredit. Angka tersebut juga didukung oleh fokus penyaluran kredit ke sektor yang memiliki prospek bagus dan fokus membidik nama-nama perusahaan papan atas,” tulis Eka dalam risetnya.

Mengenai kualitas aset Bank Mandiri, Eka yakin perbaikan secara bertahap bakal berlanjut dibandingkan posisi NPL pada Juni 2021 sekitar 3,1%. Apalagi, Bank Mandiri telah berhasil mengelola dengan baik restrukturisasi kredit akibat pandemic Covid-19, yaitu mencapai 59,3% dari total restrukturisasi kredit telah membaik menjadi kredit  dengan profil risiko rendah hingga Juni 2021.

Nasabah Bank Mandiri melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah Bank Mandiri melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sedangkan profil risiko kredit dengan kategori medium mengalami peningkatan dari posisi22,5% pada Maret 2021 menjadi29,6% pada Juni 2021. Kenaikantersebut dipengaruhi oleh satu nasabah BUMN konstruksi dengan total kredit Rp 4 triliun. Manajemen Bank Mandiri juga optimistis dapat mempertahankan perkiraan biaya kredit sekitar 1,9-2,4% tahun ini.

“Dengan berbagai faktor tersebut, kami meyakini bahwa kualitas aset Bank Mandiri akan tetap terkelola dengan baik dan terus berangsur-angsur membaik,” jelas dia.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 8.000. Target harga tersebut mengimplikasikan PBV sebesar 1,9 kali tahun ini. Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan kenaikan laba bersih Bank Mandiri menjadi Rp 21,96triliun pada 2021 dibandingkan tahun lalu senilai Rp 17,11 triliun. PPOP bank pelat merah ini juga diperkirakan meningkat dari Rp 46,07 triliun menjadi Rp 51,91 triliun.

Harga saham BMRI dalam satu dekade terakhir
Harga saham BMRI dalam satu dekade terakhir

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan Bank Mandiri pada semester I-2021 sudah sesuai ekspektasi. Pendapatan perseroan merefleksikan 50% dari target yang ditetapkan Samuel Sekuritas.

Sedangkan pencapaian laba bersih tersebut menunjukkan 53% dari target laba bersih tahun ini.

“Kami meyakini pertumbuhan laba bersih Bank Mandiri bisa mencapai 39% tahun ini menjadi Rp 23,77 triliun. Selain itu, likuiditas perseroan masih terjaga dengan baik berada di level 85,9%,” tulis Suria dalam risetnya.

Kinerja keuangan Bank Mandiri
Kinerja keuangan Bank Mandiri

Samuel Sekuritas mempertahankan target harga saham BMRI sebesar Rp 8.000 dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan valuasi saat ini sekitar 1,3 kali dan tahun 2022 mencapai 1,7 kali.

Adapun laba bersih BankMandiri tahun ini diproyeksikan naik menjadi Rp 23,77 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 17,11 triliun. Pendapatan bunga bersih juga diestimasi meningkat dari Rp 56,5 triliun menjadiRp 62,03 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN