Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik AKR Corporindo. Foto: Investor Daily/Emral

Pabrik AKR Corporindo. Foto: Investor Daily/Emral

Indikasi Kinerja AKR bakal Lebih Moncer

Jumat, 3 September 2021 | 09:22 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bakal menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat pada tahun ini dibandingkan perkiraan semula. Peluang tersebut akan ditopang oleh kenaikan permintaan bahan bakar minyak (BBM), pendistribusian bahan kimia, dan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, AKR Corporindo menunjukkan perbaikan signifikan aktivitas bisnis pada penjualan bahan kimia dan BBM dibandingkan tahun lalu. Penjualan BBM meningkat 8,2% pada kuartal II tahun ini dan penjualan kimia naik 6,2%.

Perseroan juga menunjukkan lonjakan penjualan lahan industri di KEK JIIPE. Hingga semester I-2021, perseroan merealisasikan penjualan lahan setara 47% dari target tahun ini. Penjualan lahan industri di KEK JIIPE diperkirakan lebih pesat lagi hingga akhir 2021. Status KEK untuk JIIPE, menurut Ignatius, bakal menarik minat banyak investor. Perusahaan yang mendirikan pabrik di JIIPE akan mendapat insentif fiskal dan non-fiskal.

Harga saham AKRA dalam satu dekade terakhir
Harga saham AKRA dalam satu dekade terakhir

Insentif fiskal terdiri atas tax holiday selama 10-20 tahun, tergantung total investasi. Perusahaan yang berinvestasi di JIIPE juga bakal mendapat tax allowance, pengecualian dari pajak pertambahan nilai, pajak barang mewah, dan pungutan impor untuk barang-barang tertentu.

“Usai mendapatkan status KEK, AKR telah agresif memasarkan lahan industri JIIPE, termasuk melakukan MoU dengan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) untuk mempromosikan kawasan industri JIIPE,” tulis Ignatius dalam risetnya.

Selain itu, PT Freeport Indonesia telah menandatangani perjanjian dengan Chiyoda untuk EPC pengembangan smelter dengan nilai proyek US$ 2,8 miliar di JIIPE. Hal ini bakal menjadikan JIIPE sebagai kawasan industri yang memiliki ekosistem pengembangan tembaga di Indonesia.

Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA
Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham AKRA dari Rp 3.800 menjadi Rp 4.500. Target harga tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor positif, seperti tren kenaikan harga komoditas batu bara, serta pelonggaran aktivitas di pabrik-pabrik.

Hal itu diharapkan mendongkrak volume penjualan bahan kimia dan BBM masing-masing 10,4% dan 14,3% tahun ini.

Revisi naik target harga  saham juga menggambarkan keberhasilan perseroan mendapatkan status KEK untuk JIIPE. Hal tersebut akan mendorong minat investor untuk berinvestasi di kawasan industri tersebut.

Adapun laba bersih AKR tahun ini diproyeksikan naik menjadi Rp 1 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 925 miliar. Penjualan juga diperkirakan meningkat dari Rp 17,71 triliun menjadi Rp 22,37 triliun.

Kinerja keuangan AKR Corporindo
Kinerja keuangan AKR Corporindo

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Victoria Venny mengungkapkan, AKR diperkirakan mampu menjual sebanyak 2,53- 2,77 juta kilo liter BBM tahun ini atau tumbuh 9-10%. Kenaikan permintaan diperkirakan datang dari segmen perusahaan batu bara dan pelanggan baru dari perusahaan smelter.

“Kami juga memperkirakan volume pendistribusian bahan kimia perseroan secara bertahap meningkat tahun ini, yang didukung oleh terbentuknya perusahaan patungan AKR dengan Petronas,” tulis dia dalam risetnya.

Victoria memperkirakan kenaikan laba bersih AKR tahun ini menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 924,9 miliar. Penjualan juga diperkirakan meningkat dari Rp 17,71 triliun menjadi Rp 20,01 triliun.

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 4.200. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 15,87 kali dan EV/EBITDA sekitar 9,64 kali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN