Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indo Tambangraya Megah. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Indo Tambangraya Megah. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Indo Tambang Menambang Laba

Jumat, 3 September 2021 | 15:52 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Tren kenaikan harga dan pulihnya produksi batu bara akan membuat kinerja keuangan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) tumbuh pesat tahun ini. Hal itu mendorong analis merevisi naik proyeksi kinerja keuangan dan saham perseroan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri menaikkan proyeksi laba bersih Indo Tambang tahun ini menjadi US$ 259 juta dari US$ 139 juta. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan dinaikkan menjadi US$ 1,7 miliar dari US$ 1,47 miliar.

Revisi naik tersebut sejalan dengan ekspektasi kenaikan rata-rata harga jual batu bara menjadi US$ 100 per ton dari US$ 80 per ton.

“Kami memperkirakan pertumbuhan kinerja keuangan Indo Tambang akan berlanjut pada kuartal III-2021,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Harga saham ITMG dalam satu dekade terakhir
Harga saham ITMG dalam satu dekade terakhir

Dengan kondisi cuaca yang lebih baik, volume produksi batu bara perseroan diperkirakan naik pada kuartal III-2020 dibandingkan kuartal II-2022.

Volume produksi diperkirakan meningkat menjadi 5,5 juta ton pada kuartal III-2021 dibandingkan kuartal II-2021 sebanyak 4,7 juta ton.

“Kami memperkirakan perseroan akan menggenjot volume produksi dan penjualan batu bara tahun ini di tengah kenaikan harga jual. Volume produksi diperkirakan mencapai 19-19,9 juta ton dan volume penjualan naik menjadi 21,5- 22,4 juta ton,” ungkapnya.

Mengenai kinerja keuangan Indo Tambang pada semester I-2021, dia menyebutkan bahwa realisasinya sudah melampaui target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas.

Lonjakan tersebut sejalan dengan kenaikan rata-rata harga jual batu bara. Indo Tambang mencetak lonjakan laba bersih 293,7% menjadi US$ 118 juta pada semester I-2021.

Ilustrasi: Penambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
Ilustrasi: Penambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

“Realisasi keuntungan tersebut setara dengan 85% dari target tahun ini dan mencapai 68% dari consensus analis,” sebut Stefanus.

Dia juga memberikan pandangan positif terhadap diversifikasi bisnis Indo Tambang dalam jangka panjang. Meski demikian, penambangan batu bara diperkirakan tetap menjadi bisnis utama, setidaknya dalam lima tahun mendatang.

Sebelumnya, perseroan dikabarkan tengah menjajaki pertambangan mineral dan logam. Perseroan juga menjajaki hilirisasi dalam bentuk gasifikasi batu bara. Perseroan sedang melakukan studi kelayakan hilirisasi batu bara menjadi amonia.

Adapun target harga saham ITMG direvisi naik dari Rp 16.500 menjadi Rp 19.000, dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan PE tahun 2022 sekitar 8,7 kali dan tingginya permintaan batu bara di pasar global tahun ini.

Kinerja keuangan Indo Tambangraya Megah
Kinerja keuangan Indo Tambangraya Megah

Sebelumnya, analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengungkapkan, Indo Tambang diuntungkan oleh situasi sekarang, apalagi perseoran merupakan emiten batu bara dengan volume ekspor besar, khususnya ke Tiongkok dan Jepang, yang dapat  menghasilkan margin keuntungan lebih besar.

Perseroan juga memiliki nilai kompetitif untuk memproduksi batu bara kalori menengah-tinggi. Dengan harga batu bara dunia mencapai US$ 100 per ton, rata-rata harga jual komoditas perseroan kemungkinan lebih baik, meskipun harga jual DMO batu bara dalam negeri sebesar US$ 70 per ton.

Sedangkan volume produksi batu bara perseroan diperkirakan meningkat 8,2% menjadi 19,9 juta ton pada 2021.

Andy memproyeksikan lonjakan laba bersih Indo Tambang menjadi US$ 248 juta tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu US$ 38 juta. Pendapatan diperkirakan naik dari US$ 1,18 miliar menjadi US$ 1,67 miliar. Dengan lonjakan laba bersih, rasio dividen perseroan juga diperkirakan meningkat dibandingkan 2019-2020 sekitar 75-80%.

Sebab itu, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli saham ITMG dengan target harga Rp 22.800. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun 2021 sekitar 7 kali.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN