Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan peternakan di Charoen Pokphand. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kegiatan peternakan di Charoen Pokphand. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Hambatan Charoen Pokphand

Selasa, 7 September 2021 | 10:33 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga bahan baku pakan ternak bersamaan dengan potensi penurunan harga jual daging ayam dapat menekan laju pertumbuhan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) tahun ini. Sejumlah analis memprediksi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan pada semester II lebih rendah dari realisasi semester I.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam risetnya mengungkapkan, Charoen Pokphand akan menghadapi beberapa tantangan pada paruh kedua tahun ini, yang bisa menekan tingkat pertumbuhan keuntungan.

Perseroan menghadapi peningkatan pembelian bahan baku pakan ternak dan penurunan harga jual daging ayam.

Sedangkan bisnis pengolahan produk berbahan baku daging ayam diperkirakan menjadi andalan perseroan pada paruh kedua tahun ini.

Harga saham CPIN dalam satu dekade terakhir
Harga saham CPIN dalam satu dekade terakhir

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan penjualan bisnis ini meningkat 19% pada kuartal II-2021, begitu juga dengan kuartal I-2021, dibandingkan tahun lalu yang hanya 15%.

Di sisi lain, perseroan menunjukkan penurunan rasio utang bersih (net gearing), seiring dengan peningkatan kas internal. Rasio utang sebesar 2,3% hingga akhir Juni 2021 dibandingkan akhir 2020 yang sebesar 6,1%.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan proyeksi kenaikan laba bersih Charoen Pokphand tahun ini menjadi Rp 5,31 triliun dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 3,84 triliun.

Pendapatan perseroan juga diperkirakan naik dari Rp 42,51 triliun menjadi Rp 48,83 triliun.

BRI Danareksa Sekuritas pun menetapkan target harga saham CPIN Rp 8.400, dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PE tahun ini sekitar 25,9 kali.

Hingga semester I-2021, Charoen Pokphand membukukan kenaikan laba bersih sebesar 73% menjadi Rp 2,83 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,63 triliun.

Peternakan ayam Charoen Pokphand. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Peternakan ayam Charoen Pokphand. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan sebesar 29% dari Rp 19,77 triliun menjadi Rp 25,46 triliun.

Kenaikan laba bersih perseroan juga didukung oleh peningkatan margin, yaitu margin kotor naik dari 18,3% menjadi 20,7%. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih meningkat dari 8,3% menjadi 11,1%. Peningkatan margin ditopang oleh pertumbuhan keuntungan bisnis penjualan pakan ternak.

“Meski menunjukkan kenaikan laba bersih mencapai 73%, raihan tersebut masih di bawah ekspektasi kami. Pencapaian tersebut baru menunjukkan 53% dari target kami dibandingkanperkiraan semula mencapai 55%,” ungkap Victor.

Salah satu keberhasilan perseroan pada semester I tahun ini, menurut dia, kemampuan untuk mencetak peningkatan margin EBIT di tengah kenaikan harga pembelian bahan baku, jagung, dan impor kedelai. Perseroan diperkirakan mampu untuk mempertahankan margin yang baik di segmen ini, karena didukung oleh kapasitas perseroan dalam  mengamankan bahan baku dan menaikkan harga jual produk.

Kinerja keuangan Charoen Pokphand
Kinerja keuangan Charoen Pokphand

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A Fauni juga mengungkapkan, kinerja keuangan Charoen Pokphand pada semester II tahun ini kemungkinan lebih rendah dibandingkan semester I. Hal ini dipicu oleh pembatasan aktivitas sosial dan pengetatan lainnya. Perseroan menunjukkan penurunan margin keuntungan bisnis pakan ternak dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan peningkatan harga pengadaan bahan baku.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi trading buy untuk saham CPIN dengan target harga Rp 7.600.

Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 22,8 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan perkiraan PE tahun ini sekitar 27 kali. Target tersebut juga memperkirakan peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 4,68 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 3,84 triliun. Begitu juga dengan pendapatan perseroan diestimasi naik dari Rp 42,51 triliun menjadi Rp 48,65 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN