Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Foto:  Investor Daily / Emral Firdiansyah.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Foto: Investor Daily / Emral Firdiansyah.

Kebangkitan Kembali Summarecon

Selasa, 14 September 2021 | 11:25 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan kembali. Hal itu terlihat dari realisasi prapenjualan (marketing sales) dan kinerja keuangan hingga akhir semester I-2021.  

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, Summarecon telah memasuki pemulihan tahun ini. Perseroan menunjukkan peningkatan pendapatan dari pengembangan maupun investasi properti.

Sedangkan pendapatan dari pengelolaan pusat perbelanjaan bakal cenderungmelemah pada kuartal III-2021, seiring pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemic Covid-19.

Hingga Juni 2021, Summarecon mencetak lonjakan laba bersih menjadi Rp 109 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 10 miliar.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebesar 13% dari Rp 2,18 triliun menjadi Rp 2,45 triliun. Lonjakan laba juga sejalan dengan kenaikan margin keuntungan bersih dari 0,5% menjadi 4,4%.

“Didukung pertumbuhan marketing sales yang lebih besar dibandingkan ekspektasi, kami memilih untuk merevisi naik target marketing sales perseroan tahun ini dari Rp 3,7 triliun menjadi Rp 4,4 triliun. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan proyeksi manajemen Summarecon yang sebesar Rp 4 triliun,” tulisVictor dalam risetnya.

harga saham SMRA dalam satu dekade terakhir
harga saham SMRA dalam satu dekade terakhir

Selain itu, menurut dia, kesuksesan Summarecon menekan rasio utang menjadi 61% hingga akhir Juni 2021 dibandingkan Maret 2021 sebesar 83% bisa menjadi katalis positif bagi perseroan.

Penurunan rasio utang terjadi setelah rights issue tuntas, yang mendatangkan dana segar Rp 1,5 triliun.

“Kami memperkirakan beban bunga perseroan akan lebih rendah tahun ini dibandingkan pencapaian tahun 2020. Hal ini terjadi setelah perseroan berhasil memangkas turun rasio utang bersamaan dengan penurunan tingkat bunga sejumlah utang,”terangnya.

Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.
Serpong M-Town. Foto: PT Summarecon Agung Tbk.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan target kenaikan laba bersih Summarecon menjadi Rp 304 miliar dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 180 miliar.

Pendapatan perseroan juga diproyeksikan bertumbuh dari Rp 5,03 triliun menjadi Rp 5,5 triliun sepanjang 2021.

Meski kinerja keuangan perseroan cenderung bertumbuh, BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk memangkas turun target harga saham  SMRA dari Rp 1.300 menjadi Rp 1.150. Pemangkasan target tersebut dipicu oleh jumlah saham beredar perseroan yang mengalami peningkatan setelah menuntaskan rights issue beberapa waktu lalu.

“Kami meyakini bahwa SMRA saat ini masih undervalued, yang didukung oleh potensi pertumbuhan kinerja keuangan dan marketing sales ke depan. Valuasi tersebut juga masih rendah dibandingkan keberhasilan perseroan dalam memangkas beban bunga,” ungkap Victor.

Kinerja keuangan Summarecon Agung
Kinerja keuangan Summarecon Agung

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Summarecon Agung Jemmy Kusnadi mengatakan, perseroan merevisi naik target marketing sales dari semula Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4 triliun pada 2021. Kenaikan itu didorong oleh realisasi marketing sales yang sudah mencapaiRp 2,8 triliun pada semester I-2021.

Menurut dia, dengan revisi tersebut, realisasi marketing sales perseroan hingga semester I-2021 sudah mencapai 70% dari target Rp 4 triliun. Manajemen pun optimistis bahwa target tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun ini. Apalagi perseroan akan menawarkan produk baru di setiap proyek township yang dimiliki cadangan lahan (landbank) sekitar 2.000 hektare.

“Ada tujuh area pengembangan saat ini yang berkontribusi terhadap target marketing sales, yakni Kelapa Gading, Bekasi, Serpong, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN