Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Unilever Indonesia di supermarket. Foto: DAVID

Produk Unilever Indonesia di supermarket. Foto: DAVID

Optimisme Pasar terhadap Unilever

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:17 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sebagian besar wilayah Indonesia akan membangkitkan optimisme terhadap kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Perseroan juga mendapatkan dukungan dari penguatan strategi peningkatan pangsa pasar melalui penjualan secara daring.

Analis Samuel Sekuritas Pebe Peresia mengungkapkan, penerapan PPKM menjadi faktor utama pelemah pendapatan dan laba bersih Unilever Indonesia sepanjang semester I-2021. Namun, penurunan angka kasus Covid-19 yang diikuti dengan pelonggaran PPKM diharapkan berdampak positif terhadap kinerja perseroan ke depan.

“Kami memperkirakan performa keuangan Unilever Indonesia akan mulai membaik pada 2022. Optimisme ini didukung terkendalinya kasus Covid-19 di Indonesia dan pelonggaran PPKM yang mengarah terhadap peningkatan daya beli masyarakat,” tulis Pebe dalam risetnya.

Ekspektasi membaiknya kinerja keuangan perseroan tahun depan didukung oleh strategi yang sedang dijalani manajemen Unilever.

Di antaranya, penguatan penjualan produk value segment dan premium segment. Perseroan juga akan memperkuat pangsa pasar penjualan secara daring atau online. Terlebih, platform Sahabat Warung (B2B) yang diluncurkan perseroan telah menjangkau 80% dari total 400 ribu mitra toko UMKM perseroan.

harga saham UNVR dalam satu dekade terakhir
harga saham UNVR dalam satu dekade terakhir

Sejumlah aksi tersebut diperkirakan membuat penjualan produk melalui e-commerce bisa berkontribusi sekitar 5% terhadap pendapatan tahun ini.

“Pemulihan ekonomi dan sejumlah strategi perseroan berpotensi memulihkan margin keuntungan kotor (gross profit margin/GPM) perseroan menjadi 50,2% dan margin keuntungan bersih (net profit margin/NPM) menjadi 13,5% sepanjang 2022,” jelas dia.

Sejumlah indikator tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan Unilever Indonesia tahun 2022. Estimasi pendapatan dinaikkan dari Rp 41,89 triliun menjadi Rp 42,10 triliun. Begitu juga dengan estimasi laba bersih menjadi Rp 5,69 triliun.

Berbagai produk Unilver di super market. BeritasatuPhoto/DEFRIZAL
Berbagai produk Unilver di super market. BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Sebaliknya, Samuel Sekuritas memangkas target kinerja keuangan Unilever Indonesia tahun 2021, seiring dengan penurunan daya beli masyarakat yang telah terlihat dari realisasi kinerja keuangan sepanjang semester I-2021. Pemangkasan target tersebut menggambarkan belum pulihnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Samuel Sekuritas memangkas perkiraan pendapatan Unilever tahun 2021 dari semula Rp 40,15 triliun menjadi Rp 39,53 triliun.

Begitu juga dengan ekspektasi laba bersih tahun 2021 direvisi turun dari Rp 5,56 triliun menjadi Rp 5,49 triliun. Hingga semester I-2021, Unilever Indonesia mencetak penurunan pendapatan dari Rp 21,77 triliun menjadi Rp 20,17 triliun.

Begitu juga dengan raihan laba bersih melemah 15,9% dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 3,04 triliun. Perseroan mencetak penurunan net margin dari 16,6% menjadi 15,1%.

Rincian kinerja keuangan Unilever Indonesia
Rincian kinerja keuangan Unilever Indonesia

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Rifqi Ramadhan mengungkapkan, rencana pemerintah menaikkan pajak pertambahan nilai menjadi 11% tahun 2021 dan menjadi 12% pada 2025 bisa berimbas negatif terhadap kinerja keuangan

Unilever Indonesia dalam jangka panjang. Implementasi aturan ini akan membawa dampak besar terhadap peningkatan biaya bahan baku.

Pihaknya memperkirakan kebijakan baru pemerintah tersebut bisa menjadi sentiment penekan kinerja keuangan dan saham perseroan. Harga bahan baku dan produk berpotensi naik setelah diberlakukan kebijakan baru tersebut.

MNC Sekuritas menargetkan penurunan laba bersih Unilever Indonesia menjadi Rp 7,12 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 7,16 triliun.

Sedangkan pendapatan perseroan diperkirakan turun dari Rp 42,97 triliun menjadi Rp 41,60 triliun.

Adapun pendapatan dan laba bersih tahun 2022 masing-masing diperkirakan naik menjadi Rp 42,19 triliun dan Rp 7,22 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN