Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan di pabrik nikel Vale Indonesia. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Kegiatan di pabrik nikel Vale Indonesia. Foto: BeritaSatuPhoto/Defrizal

Pertumbuhan Vale Indonesia Bisa Lebih Pesat dari Perkiraan

Kamis, 11 November 2021 | 09:20 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Tren kenaikan harga komoditas nikel bakal mendorong pertumbuhan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) lebih pesat dibandingkan perkiraan semula. Hal ini mendorong sejumlah analis untuk merevisi naik target kinerja keuangan perseroan.

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih Vale Indonesia menjadi US$ 166 juta tahun ini dibandingkan perkiraan semula US$ 134 juta.

Sedangkan perkiraan pendapatan perseroan dipertahankan sebesar US$ 899 juta dan estimasi EBITDA dinaikkan dari US$ 320 juta menjadi US$ 345 juta.

Hingga kuartal III-2021, Vale Indonesia membukukan peningkatan laba bersih menjadi US$ 122,9 juta dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 60,4 juta. Kenaikan itu seiring dengan pertumbuhan pendapatan dari US$ 571 juta menjadi US$ 686,4 juta.

Ringkasan kinerja keuangan Vale Indonesia
Ringkasan kinerja keuangan Vale Indonesia

Perseroan mencatatkan peningkatan margin keuntungan bersih dari 13,4% menjadi 17,9%, sejalan dengan lonjakan harga nikel di pasar global.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, kinerja keuangan Vale Indonesia hingga kuartal III-2021 telah melampaui ekspektasi BRI Danareksa Sekuritas dan sejumlah analis.

“Realisasi laba bersih tersebut merefleksikan 91,6% dari target kami dan 91% dari konsensus analis. Sedangkan perolehan pendapatan setara dengan 76,4% dari perkiraan kami,” tulis dia dalam risetnya.

Tingginya pertumbuhan kinerja keuangan ditopang oleh lonjakan rata-rata harga jual nikel perseroan dari US$ 10.097 per ton menjadi US$ 13.934 per ton. Kenaikan harga jual tersebut mampu menahan penurunan volume produksi dan penjualan nikel perseroan hingga September 2021.

Perseroan mencatatkan penurunan volume produksi dari 55.792 ton menjadi 48.373 ton sampai September 2021. Sedangkan volume penjualan nikel perseroan turun dari 56.554 ton menjadi 49.263 ton hingga akhir kuartal III-2021. Penurunan volume produksi dan penjualan dipicu oleh adanya aktivitas perawatan pabrik perseroan pada kuartal I-2021.

Tingginya realisasi kinerja keuangan perseraan hingga September 2021 ditambah tren pertumbuhan harga jual nikel hingga akhir tahun mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan Vale Indonesia tahun 2021-2022.

BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik target harga saham INCO dari Rp 6.300 menjadi Rp 6.500 dengan rekomendasi beli.

Harga saham INCO dalam satu dekade terakhir
Harga saham INCO dalam satu dekade terakhir

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Juan Harahap mengungkapkan, realisasi laba bersih Vale Indonesia senilai US$ 123 juta telah melampaui perkiraan.

“Raihan tersebut setara dengan 96% dari target yang kami tetapkan dan merefleksikan 91,7% dari consensus analis,” tulis dia dalam risetnya.

Faktor utama pendorong lonjakan laba bersih adalah kenaikan rata-ata harga jual komoditas perseroan sepanjang Januari-September 2021 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Begitu juga dengan volume produksi perseroan juga telah melampaui perkiraan semula, meski terjadi penurunan dari periode sama tahun 2020.

Dengan volume produksi nikel perseroan mencapai 48.373 ton hingga September 2021,

Vale Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Vale Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Juan memilih untuk merevisi naik target volume produksi nikel perseroan menjadi 65 ribu ton dibandingkan perkiraan semula 62 ribu ton. Revisi naik target volume juga didukung atas penundaan pembangunan kembali proyek furnace 4. Peningkatan target volume produksi dan harga jual nikel mendorong Mirae Asset Sekuritas merevisi naik targetpendapatan dan laba bersih Vale Indonesia tahun 2021.

Perkiraan laba bersih tahun ini direvisi naik dari US$ 128 juta menjadi US$ 188 juta. Begitu juga dengan ekspektasi laba bersih tahun 2022 direvisi naik dari US$ 174 juta menjadi US$ 227 juta.

Revisi naik perkiraan kinerja keuangan dan operasional mendorong Mirae Asset Sekurabu ritas merevisi naik target harga saham INCO dari Rp 6.400 menjadi Rp 7.600 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Target harga tersebut juga merefleksikan tren kenaikan harga jual nikel dan posisi kas bersih perseroan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN