Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD). Foto: BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Salah satu gerai PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD). Foto: BeritasatuPhoto/DEFRIZAL

Pertumbuhan Ekspor Berkah bagi Integra Indocabinet

Jumat, 12 November 2021 | 13:22 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id -  Tren pertumbuhan permintaan ekspor menjadikan kinerja keuangan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) cenderung tumbuh solid dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi selama ini produk perseroan mendapatkan sambutan positif dari pasar Amerika Serikat (AS) setelah perang dagang negara dengan Tiongkok.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, Integra Indocabinet memiliki kesempatan untuk memperbesar pasar, seiring dengan peningkatan permintaan impor barang furinutur dan bahan bangunan dari Amerika Serikat (AS) sejalan dengan ditinggalnya produkTionkok.

Peningkatan penjualan juga didukung tren pertumbuhan pasar di negara tersebut.

“Faktor tersebut berpotensi menciptakan pertumbuhan penjualan tahunan perseroan periode 2021-2023 mencapai 22,3%, dibandingkan realisasi tahun 2015-2020 sebear 22%. Perseroan uga didukung margin keuntungan yang stabil dan arus kas yang terus mengalami peningkatan,” ujarnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Rincian kinerja keuangan Integra Indocabinet
Rincian kinerja keuangan Integra Indocabinet

Sejak terjadi perang dagang AS dengan Tiongkok, Natalia mengatakan, terjadi pergeseran permintaan furnitur dan bahan bangunan di AS yang semula dikuasai produk Tiongkok. Bedasarkan data, pangsa pasar ekspor produk furnitur dan bahan bangunan meningkat dari 4,6% pada 2020 menjadi 6% saat ini. Hal ini tentu akan berimbas terhadap kontinuitas pertumbuhan kinerja keuangan Integra Indocabinet.

Selain faktor peningkatanpermintaan ekspor dari AS, dia mengatakan, Integra Indocabinet satu-satunya perusahaan furniture dan bahan bangunan yang memiliki konsesi hutan yang telah memiliki sertifikat FSC. Pereroan menguasai lahan konsesi seluas 163.425 hektare. Hal ini mempermudah perseroan untuk mengamankan pasokan bahan baku kayu untu produksi furnitur dan bahan bangunan.

Integra Indocabinet juga memiliki relasi yang baik dengan ritailer internasional, seperti Target, Costco, Hampton Lumber dan lainnya. Hal ini terlihat dari pemesanan berulang yang diterima perseroan. Perseroan juga sangat patuh terhadap seluruh persyaratan furnitur yang dijual ke AS.

Sejumlah pertimbangan tersebut diharapkan mendukung rata-rata pertumbuhan penjualan tahunan (CAGR) perseroan sebesar 22,3% periode 2021-2023. Perseroan juga diperkirakan mampu untuk mempertahankan margin keuntungan dan arus kas yang kuat hingga beberapa tahun mendatang.

Integra Indocabinet. Foto: DEFRIZAL
Integra Indocabinet. Foto: DEFRIZAL

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham WOOD dengan target harga Rp 1.200. Target harga tersebut mempertimbangkan kuatnya peningkatan penjualan dan laba bersih untuk beberapa tahun mendatang. Ekspktasi peningkatan pangsa pasar di luar negeri juga berimbas terhadap perseroan.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan lonjakan laba bersih Integra Incabinet menjadi Rp 436 miliar tahun 2021, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 314 miliar. Begitu juga dengan pendapatan diperkirakan naik dari Rp 2,96 triliun menjadi Rp 4,34 triliun tahun 2021.

Sebelumnya, manajemen Integra  Indocabinet merevisi naik target penjualan tahun 2021 dari Rp 3,6 triliun menjadi Rp 3,7 triliun, seiring tingginya permintaan ekspor produk perseroan. Direktur integra Indocabinet Wang Sutrisno mengatakan, penjualan furnitur ekspor perseroan ke Amerika Serikat (AS) terus bertumbuh, seiring dengan sentimen perang dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok. Misalnya, kebijakan anti dumping yang dilakukan AS terhadap produk-produk dari Tiongkok.

“Kondisi tersebut kami manfaatkan dengan memperbesar penetrasi produk di AS, dengan memproduksi substitusi untuk produk-produk dari Tiongkok yang terkena anti dumping,” jelasnya dalam paparan publik.

Harga saham WOOD dalam lima tahun terakhir
Harga saham WOOD dalam lima tahun terakhir

Revisi naik target tersebut juga mempertimbangkan kenaikan permintaan produk perseroan di dalam negeri.

“Di sisi lain, potensi dari industri kayu juga masih potensial, sejalan dengan material kayu yang baik dan juga harga bahan baku yang terbilang lebih stabil dibanding dengan negara lainya,” ujarnya.

Perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down. Karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari produk fully assembly. Lalu, untuk menjaga ketepatan waktu distribusi, perseroan juga menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan shipping line agar kontainer yang dibutuhkan selalu tersedia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN