Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Produk United Tractors di kegiatan pertambangan. Foto: defrizal

Kinerja United Tractors Melaju Cepat, Analis Revisi Target

Selasa, 16 November 2021 | 06:19 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan peluang pertumbuhan kinerja keuangan di atas ekspektasi sepanjang tahun ini. Potensi tersebut terlihat dari tingginya realisasi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga September, seiring berlanjutnya peningkatan kinerja operasio seluruh segmen bisnis.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah analis merevisi naik target kinerja keuangan United Tractors. BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target sejumlah indicator kinerja operasional perseroan tahun 2021-2022. Proyekai penjualan alat berat Komatsu tahun ini direvisi naik dari 2.500 unit menjadi 3.000 unit.

Sedangkan volume produksi batu bara direvisi naik dari target semula 114 juta ton menjadi 118 juta ton. Begitu juga dengan overburden removal atau pengupasan tanah direvisi naik dari 800 juta bcm menjadi 850 juta bcm.

Begitu juga dengan perkiraan rata-rata harga jual batu bara perseroan direvisi naik dari US$ 91 per ton menjadi US$ 109,2 per ton. Sedangkan volume penjualan batu bara dan emas direvisi turun masing-masing menjadi 8,9 juta dan 330 ribu oz.

Kinerja keuangan United Tractors
Kinerja keuangan United Tractors

Revisi naik target kinerja operasional tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih United Tractors tahun ini dari Rp 8,80 triliun menjadi Rp 10,67 triliun.

Perkiraan pendapatan perseroan juga direvisi naik dari Rp 71,27 triliun menjadi Rp 79,17 triliun. EBITDA perseroan juga direvisi naik dari target semula Rp 17,78 triliun menjadi Rp 20,23 triliun.

“Kami memillih merevisi naik target kinerja keuangan United Tractors setelah melihat realisasi hingga September 2022 yang lebih baik, dibandingkan perkiraan semula. Revisi naik juga menggambarkan kuatnya penjualan alat berat dan peningkatan harga jual batu bara,” ungkap analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengatakan, dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Revisi naik target kinerja keuangan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas juga untuk merevisi naik target harga saham UNTR dari Rp 30.000 menjadi Rp 34.000 per saham. Saham UNTR dipertahankan dengan rekomendasi beli.

Revisi naik target kinerja keuangan United Tractors juga datang dari analis CGS CIMB Sekuritas Indonesia Ricky HO dan Linggarsari Halim.

United Tractors. Foto: BeritasatuPhoto/RUHT SEMIONO
United Tractors. Foto: BeritasatuPhoto/RUHT SEMIONO

Menurut kedua analis tersebut, realisasi kinerja keuangan UnitedTractors hingga kuartal III-2021 dengan peprtumbuhan 46% menjadi Rp 7,8 triliun.

Pertumbuhan keuntungan yang pesat tersebut didukung atas volumedan harga jual alat berat Komatsu yang lebih banyak, dibandingkan perkiraan semula.

Keuntungan tersebut juga didukung realisasi volume penjualan komoditas emas dari tambang Martabe lebih banyak dari perkiraan semula.

Begitu juga dengan bisnis kontraktor pertambangan batu bara menghasilkan margin keuntungan yang lebih besar. Perseroan juga didukung atas penurunan biaya operasional, dibandingkan perkiraan semula.

“Realisasi tersebut telah melampaui estimasi kami. Perolehan tersebut setara dengan 94% dari perkiraan kami dan 82% dari proyeksi konsensus analis, sehinggakami merevisi naik target kinerja keuangan perseroan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Harga saham UNTR dalam satu dekade terakhir
Harga saham UNTR dalam satu dekade terakhir

Revisi naik target kinerja keuangan perseroan tersebut juga didukung atas tren penguatan harga jual batu bara. Menurut mereka, dengan tren kenaikan tersebut, penjualan alat berat Komatsu berpotensi lanjutkan pertumbuhan setidaknya dalam dua tahun mendatang. Apalagi sebagian besar penyumbang penjualan alat berat perseroan berasal dari sektor pertambangan batu bara.

CGS CIMB Sekuritas merevisi naik target volume penjualan alat berat tahun ini dari 1.960 unit menjadi 2.819 unit. Begitu juga rata-rata harga jual alat berat Komatsu direvisi naik dari Rp 2,34 miliar menjadi Rp 2,92 miliar.

Sedangkan harga jual batu bara New Castle tahun ini direvisi naik dari US$ 85 per ton menjadi US$ 120 per ton. Begitu juga dengan perkiraan rata-rata harga jual batu bara perseroantahun 2022 direvisi naik dari US$ 75 per ton menjadi US$ 95 per ton.

Dengan revisi naik target kinerja operasional tersebut, CGS CIMB Sekuritas merevisi naik target pendapatan perseroan tahun ini dari Rp 75,38 triliun menjadi Rp 83,48 triliun.

Begitu juga dengan estimasi laba bersih perseroan direvisi naik dari Rp 8,32 triliun menjadi Rp 11,62 triliun. Sedangkan perkiraan EBITDA direvisi naik dari Rp 17,18 triliun menjadi Rp 19,84 triliun.

Tahun 2022

Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA
Salah satu proyek United Tractors. Foto: ISTIMEWA

Stefanus Darmagiri mengatakan, keberlanjutan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan United Tractors diperkirakan berlanjut hingga tahun 2022. Apalagi setelah perseroan disebut telah melakukan pembicaraandengan prinsipal Komatsu di Jepang dengan harapan volumepenjualan Komatsu dinaikkan menjadi 3.700 unit dengan alat berat mesin besar berkontribusi sekitar 21,6% dari total volume penjualan.

Terkait ketatnya persaingan penjualan alat berat, dia mengatakan, melanda alat berat ukuran kecil dan sedang. Hal ini memicu penurunan pangsa pasar penjusenin  alan alat berat perseroan bermesin kecil. Namun dengan keinginan United Tractors untuk memperbesar volume penjuala alat berat mesin besar dan model alat berat terbaru diharapkan berdampak positif terhadap pangsa pasar perseroan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN