Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pintu tol Jasa Marga. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Pintu tol Jasa Marga. Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Trafik Tol Jasa Marga Cepat Pulih

Rabu, 17 November 2021 | 07:27 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mendorong peningkatan mobilitas masyarakat yang tercermin dari kenaikan trafik kendaraan di ruas tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Bahkan trafik di ruas tol perseroan telah melampaui normal sejak Oktober tahun ini.

Jika pelonggaran PPKM berlanjut hingga akhir tahun, trafik di ruas tol Jasa Marga bakal terus meningkat, sehingga penurunan trafik tahun ini kemungkinan lebih kecil dibandingkan perkiraan semula.

Perseroan juga didukung oleh pengoperasian ruas tol baru dan upaya perseroan dalam memangkasbeban bunga.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, berdasarkan data, pendapatan ruas tol Jasa Marga di sejumlah ruas tol telah mencapai 12% di atas kondisi normal pada akhir Oktober 2021. Terhitung sejak awal tahun hingga kini, rata-rata pendapatan tol perseroan hanya turun 7% dari kondisi normal.

Salah satu proyek jalan tol garapan Jasa Marga. Foto: Jasa Marga
Salah satu proyek jalan tol garapan Jasa Marga. Foto: Jasa Marga

“Kami menargetkan volume trafik kendaraan ruas tol perseroan hanya lebih rendah 4,7% dari kondisi normal sepanjang tahun ini atau lebih rendah dari perkiraan semula. Target ini dengan mengasumsikan bahwa pelonggaran PPKM berlanjut hingga akhir tahun ini,” tulis Maria dalam risetnya.

Dengan asumsi tersebut, volume trafik kendaraan ruas tol Jasa Marga diperkirakan tumbuh 8% tahun ini dibandingkantahun 2020 dengan penurunan hingga 18% dari kondisi normal. Volume kendaraan diperkirakan mencapai 1,22 juta kendaraan pada 2021 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,32 juta kendaraan per akhir 2022.

Asumsi tersebut menggambarkan peluang kenaikan pendapatan ruas tol perseroan sebesar 16,4% menjadi Rp 12,6 triliun tahun ini.

Kinerja keuangan Jasa Marga
Kinerja keuangan Jasa Marga

Pertumbuhan kinerja keuangan Jasa Marga juga bakal ditopang oleh pengoperasian sejumlah ruas tol baru tahun 2021 dan 2022. Perseroan juga sedang fokus menjaga tingkat profitabilitas dengan mempertahankan ICR di atas 1,5 kali. Perseroan juga melanjutkan refinance utang sejumlah anak usaha.

Perseroan mencatatkan bunga utang di tiga ruas tol, seperti Semarang-Solo, Gempol-Pasuruan, dan Surabaya-Mojokerto, sudah ditetapkan menjadi bunga tetap sekitar 6,5-6,75% per tahun.

Perseroan juga sudah mendapatkan komitmen dari sindikasi perbankan dengan tingkat bunga tetap atas pinjaman Rp 20 triliun. Hal ini berpotensi menurungkan beban utang perseroan. Hingga September 2021, perseroan mencatatkan total utang Rp 65,4 triliun yang didominasi pinjaman perbankan dengan kontribusi mencapai 94%.

Perseroan juga akan didukung oleh upaya untuk melakukan divestasi sejumlah ruas tol dengan memfokuskan pelepasan saham di ruas tol yang memiliki harga jual bagus, tanpa harus menghilangkan posisi perseroan sebagai pemegang saham mayoritas.

Salah satu kantor PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Foto: Jasa Marga
Salah satu kantor PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Foto: Jasa Marga

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Jasa Marga tahun ini menjadi Rp 1,11 triliun dibandingkan raihan tahun lalu Rp 501miliar. Pendapatan perseroan juga diperkirakan naik dari Rp 9,58 triliun menjadi Rp 10,83 triliun.

Margin keuntungan bersih perseroan diprediksi naik dari 5,2% menjadi 10,3%. Pemulihan trafik ruas tol mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham JSMR dari Rp 5.100 menjadi Rp 5.400 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Target harga tersebut juga merefleksikan berlanjutnya kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 1,5 triliun pada 2022 

Sebelumnya, Jasa Marga mengumumkan lonjakan laba bersih hingga kuartal III-2021 menjadi Rp 749,42 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 158 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 20,75% menjadi Rp 8,2 triliun dibandingkan pendapatan usaha pada kuartal III-2020 sebesar Rp 6,8 triliun.

harga saham JSMR dalam satu dekade terakhir
harga saham JSMR dalam satu dekade terakhir

Corporate Secretary Jasa Marga Reza Febriano menjelaskan, perbaikan kinerja perseroan hingga kuartal III-2021 dikarenakan beberapa ruas jalan tol baru telah beroperasi didukung dengan mobilisasi masyarakat yang meningkat, sehingga berdampak pada peningkatan volume lalu lintas dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tidak berhenti di situ, Jasa Marga mencatatkan peningkatan EBITDA sebesar 29,39% menjadi Rp 5,3 trilun dibandingkan kuartal III-2020 sebesar Rp 4,1 triliun. Pertumbuhan ini tidak lepas dari meningkatnya pendapatan tol pada kuartal III-2021 sebesar Rp 7,6 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,2 triliun. Hal ini sekaligus meningkatkan margin EBITDA menjadi 65,07%.

Adapun panjang jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga total mencapai 1.246 km, yang merefleksikan 51% dari total jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Saat ini, perseroan memiliki total konsesi jalan tol mencapai 1.603 km di seluruh Indonesia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN